JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi (28/10). IHSG turun 34,33 poin atau 0,42 persen ke posisi 8.082,82, mencerminkan sentimen hati-hati dari pelaku pasar terhadap dinamika global.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 3,74 poin atau 0,45 persen ke level 820,79. Koreksi ini menandakan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham lapis dua, tetapi juga di saham-saham berkapitalisasi besar.
Faktor Eksternal Masih Membayangi
Analis pasar modal R. Satrio, menilai pelemahan IHSG kali ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya pergerakan bursa global yang cenderung melemah akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.
“Investor sedang menahan diri karena belum ada kejelasan terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Sentimen ini membuat aliran dana asing cenderung keluar dari pasar berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Satrio, Selasa (28/10).
Selain itu, harga komoditas energi yang fluktuatif turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga menambah kekhawatiran akan potensi lonjakan harga minyak dunia yang bisa memicu inflasi domestik.
Sektor Keuangan dan Energi Tekan Indeks
Dari sisi sektoral, pelemahan terbesar tercatat pada sektor keuangan dan energi, yang merupakan kontributor utama dalam pergerakan IHSG. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI terpantau bergerak negatif pada awal sesi perdagangan.
Analis lainnya, T. Prasetyo, menambahkan bahwa tekanan di sektor energi juga turut menyeret IHSG.
“Harga minyak dunia yang belum stabil membuat investor menahan diri untuk masuk ke saham-saham migas dan pertambangan,” jelasnya.
Potensi Rebound Masih Terbuka
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai peluang rebound masih terbuka, terutama jika rilis data ekonomi domestik menunjukkan hasil positif. Kinerja emiten kuartal ketiga yang solid juga bisa menjadi katalis penguat dalam jangka pendek.
IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran 8.050–8.150 sepanjang perdagangan hari ini dengan potensi teknikal rebound terbatas.
Untuk memantau perkembangan pasar modal dan ekonomi terbaru lainnya, kunjungi:
JurnalLugas.Com






