JurnalLugas.Com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (3/11) dengan sentimen positif. IHSG dibuka naik 44,15 poin atau 0,54 persen ke posisi 8.208,03, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan ekonomi domestik dan global.
Sementara itu, indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan berkapitalisasi besar dan memiliki likuiditas tinggi, turut menguat 5,37 poin atau 0,65 persen ke level 836,91.
Menurut analis pasar modal R. Setiawan, penguatan IHSG pada awal pekan ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.
“Kinerja positif bursa global, ditambah ekspektasi stabilitas nilai tukar rupiah dan potensi kenaikan laba emiten di kuartal IV, menjadi katalis utama bagi pasar saham domestik,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/11).
Selain faktor global, pelaku pasar juga menantikan sejumlah rilis data ekonomi nasional, termasuk inflasi dan cadangan devisa, yang diyakini dapat memperkuat fundamental pasar.
Analis lain menilai, sektor perbankan dan energi masih menjadi penopang utama IHSG. Saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan PGAS diprediksi akan menarik minat investor karena potensi pertumbuhan dan valuasinya yang stabil.
Meski demikian, pelaku pasar disarankan tetap mewaspadai potensi profit taking setelah IHSG mencatat penguatan beruntun dalam beberapa sesi terakhir.
“Konsolidasi jangka pendek masih mungkin terjadi, namun tren jangka menengah tetap positif,” kata analis D. Pratama, menambahkan.
Dengan pembukaan yang solid di awal pekan, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan sepanjang November, terutama jika didukung arus dana asing yang konsisten masuk ke pasar saham domestik.
Baca berita ekonomi dan pasar modal terkini hanya di JurnalLugas.Com






