JurnalLugas.Com — Pemerintah memastikan Indonesia berada di jalur yang tepat menuju swasembada beras. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan produksi beras nasional tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan hingga 4,1 juta ton, dan tidak ada rencana impor hingga akhir tahun.
Menurut Amran, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah pusat dan daerah yang mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami selalu berhitung secara realistis. Sesuai arahan Presiden, target swasembada beras dicapai dalam empat tahun. Sekarang tinggal satu bulan lagi, dan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras kita meningkat 4,1 juta ton — ini angka tertinggi sejak sistem data BPS diperbarui,” ujar Amran di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Produksi Beras Meningkat, Stok Pemerintah Aman
Lonjakan produksi padi tahun ini membuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di posisi aman. Amran menjelaskan, hingga akhir 2025, stok beras nasional diperkirakan mencapai lebih dari 3 juta ton, capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Kondisi stok dan produksi saat ini bisa dikatakan sangat ideal. Dengan produksi yang meningkat, stok kita cukup kuat menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.
Berdasarkan data Bapanas, dalam lima tahun terakhir stok akhir tahun CBP selalu di bawah dua juta ton. Tahun 2021 tercatat 0,8 juta ton, 2022 menurun jadi 0,3 juta ton, lalu naik tipis ke 0,8 juta ton pada 2023, dan mencapai 1,8 juta ton di 2024. Sementara untuk 2025, stok diproyeksikan melampaui 3 juta ton, angka tertinggi sejak 2008.
Rekor 18 Tahun Tanpa Impor Beras
Amran juga mengungkapkan bahwa capaian tahun ini menjadi sejarah baru. Dalam 18 tahun terakhir, stok CBP tanpa pasokan impor belum pernah menembus 3 juta ton. Pada 2008, stok akhir hanya 1,1 juta ton tanpa impor, dan di 2009 mencapai 1,6 juta ton. Sedangkan di periode 2019–2021, stok akhir CBP tanpa impor berada di kisaran 0,8–2,2 juta ton.
Berdasarkan laporan per 7 November 2025, total stok beras pemerintah mencapai 3,923 juta ton, terdiri atas 3,743 juta ton CBP dan 180 ribu ton stok komersial.
“Sepanjang tahun ini Bulog sudah mengamankan lebih dari 3,2 juta ton hasil pengadaan dalam negeri. Mayoritas dialokasikan untuk cadangan pemerintah,” tutur Amran.
Operasi Pasar dan Pengawasan Harga Terus Diperkuat
Selain memastikan pasokan aman, pemerintah juga fokus menstabilkan harga beras di pasaran. Operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digencarkan bersama Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.
“Dalam dua bulan terakhir harga beras mulai turun. Namun, kami tidak berhenti di situ. Operasi pasar akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil,” tegasnya.
Adapun penyaluran beras cadangan dilakukan lewat berbagai program, seperti bantuan pangan untuk masyarakat kurang mampu, bantuan tanggap darurat bencana, hingga penyaluran untuk kebutuhan aparatur sipil negara (ASN).
Untuk menjaga kestabilan harga, Satgas Pengendalian Harga Beras yang terdiri dari unsur Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah aktif mengawasi distribusi di lapangan. Hingga 6 November, tim gabungan ini telah melakukan lebih dari 5.000 kegiatan pengawasan di seluruh provinsi.
Prabowo Optimis Swasembada Beras Segera Terwujud
Amran menegaskan, capaian produksi dan stok beras di 2025 membuktikan program ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan efektif. Ia optimis, Indonesia dapat benar-benar swasembada beras tanpa impor mulai tahun depan.
“Insya Allah tahun ini kita bisa menutup tanpa impor. Hingga hari ini belum ada satu pun beras impor masuk, dan saya yakin sampai akhir tahun tetap tidak ada,” pungkasnya.
Kenaikan produksi beras dan ketersediaan stok yang melimpah menunjukkan sinergi kuat antara petani, pemerintah daerah, dan lembaga pangan nasional. Langkah tersebut menjadi pondasi penting menuju kemandirian pangan Indonesia.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com






