Trump Siap Serbu Venezuela Lewat Jalur Darat? AS Klaim Operasi Anti-Narkoba Besar-Besaran

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim sinyal kuat mengenai kemungkinan dimulainya operasi darat untuk menargetkan jaringan perdagangan narkoba di Venezuela. Isyarat itu disampaikan pada Kamis (27/11) dalam pidatonya saat perayaan Thanksgiving kepada pasukan AS yang tengah bertugas di berbagai wilayah.

Dalam pesannya kepada personel 7th Bomb Wing Angkatan Udara AS, Trump menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mereka dalam “menghalau pengedar narkoba Venezuela”. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 85 persen pergerakan narkoba berhasil dihentikan melalui jalur laut, namun Washington mulai menyiapkan strategi baru untuk menutup jalur lainnya.

Bacaan Lainnya

“Kami akan mulai menghentikan mereka melalui jalur darat. Operasi itu lebih mudah dilakukan, dan akan segera dimulai,” ujar Trump dari kediamannya di Mar-a-Lago.

Sinyal Diplomasi Tetap Terbuka

Meski retorika militer meningkat, Trump mengatakan dirinya masih membuka peluang dialog dengan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Sumber diplomatik menilai pernyataan tersebut menunjukkan kemungkinan AS tetap mempertimbangkan jalur perundingan, meski pengerahan militer di Karibia kini merupakan yang terbesar dalam lebih dari 30 tahun.

Operasi Pentagon di Karibia dan Pasifik Timur

Sejak awal September, Pentagon telah melancarkan lebih dari 20 operasi terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik Timur. Serangan-serangan tersebut menewaskan lebih dari 80 orang di luar negeri, menurut laporan internal yang disampaikan pejabat pertahanan kepada media AS.

Kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford di Karibia sejak awal bulan ini semakin menegaskan intensitas operasi militer Washington. Para analis keamanan menyebut pengerahan kapal induk tersebut sebagai langkah yang “jarang terjadi” dan menunjukkan bahwa AS tengah melakukan pendekatan agresif terhadap jaringan kartel regional.

AS Tetapkan Cartel de los Soles sebagai Organisasi Teroris Asing

Di sisi lain, pemerintahan Trump juga menetapkan Cartel de los Soles kelompok yang menurut Washington dikendalikan oleh Maduro dan sejumlah petinggi militernya sebagai organisasi teroris asing. Penetapan itu memicu ketegangan diplomatik karena Caracas menolak keras tuduhan tersebut.

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa organisasi itu “tidak ada” dan menyebut langkah AS sebagai “kebohongan kejam”.

Maduro sendiri berulang kali membantah tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Ia menuding Washington sedang “merekayasa perang” untuk melengserkan pemerintahannya.

Dengan tensi politik dan militer yang terus meningkat, dunia kini menanti apakah langkah AS akan benar-benar berkembang menjadi operasi darat atau tetap berada pada ranah tekanan diplomatik.

Selengkapnya kunjungi: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Siap Serang Iran? JD Vance, Amerika Tak Akan Perang Tanpa Akhir di Timur Tengah

Pos terkait