Direktur SUNA Taj Al-Sir Ahmed Suleiman Tewas Dibunuh di El-Fasher, Pemerintah Sudan Tuding RSF

JurnalLugas.Com — Direktur kantor Badan Berita Sudan (SUNA) di Kota El-Fasher, Taj Al-Sir Ahmed Suleiman, dilaporkan tewas dibunuh bersama saudaranya di kediaman keluarga. Insiden tragis ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap pekerja media, sementara sejumlah jurnalis disebut ditahan dan dibawa menuju Nyala, Darfur Selatan.

Peristiwa tersebut mencuat pada Sabtu, 29 November 2025, ketika pemerintah Sudan secara terbuka menuding milisi paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan penahanan sewenang-wenang tersebut.

Bacaan Lainnya

Dibunuh Setelah El-Fasher Dikuasai RSF

Menteri Penerangan Sudan, Khalid Al-Ayesir, menjelaskan bahwa Taj Al-Sir ditemukan tewas di lingkungan Al-Daraja, El-Fasher, tidak lama setelah kota itu jatuh ke tangan RSF. Ia mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan, sang direktur sempat dilaporkan hilang sejak milisi pemberontak memasuki wilayah tersebut.

Ia tetap teguh memegang nilai dan prinsip profesinya dalam kondisi paling sulit hingga saat kematiannya,” ujar Al-Ayesir dalam pernyataan resmi.

Baca Juga  Serangan Drone di Masjid El-Fashir Darfur Utara Sudan Lebih 75 Warga Sipil Tewas

Menurutnya, bukan hanya Taj Al-Sir yang menjadi korban. RSF juga diduga menciduk sejumlah jurnalis lainnya tanpa proses hukum yang jelas.

Pekerja Media Dibawa ke Nyala Tanpa Kepastian

Al-Ayesir memaparkan bahwa para pekerja media itu dibawa paksa menuju pusat-pusat penahanan RSF di Kota Nyala, Darfur Selatan. Hingga kini, pemerintah belum memperoleh informasi akurat mengenai kondisi maupun jumlah pasti jurnalis yang ditahan.

Saya berharap rekan-rekan yang ditahan segera dibebaskan,” ujarnya.

Seruan Tekanan Internasional

Dalam kesempatan yang sama, Al-Ayesir mendesak lembaga-lembaga internasional untuk tidak tinggal diam terhadap kekerasan yang menyasar jurnalis di Sudan. Menurutnya, keselamatan pekerja media kini berada pada titik paling kritis sejak konflik meletus.

Organisasi internasional yang peduli perlindungan jurnalis harus menunaikan tanggung jawab mereka, menindaklanjuti kasus ini dan memastikan keselamatan para pekerja media,” kata Al-Ayesir.

RSF Belum Beri Tanggapan

Hingga pernyataan itu dirilis pada pukul 13.20 GMT, RSF belum mengeluarkan komentar publik mengenai tuduhan pembunuhan maupun penahanan jurnalis.

Baca Juga  Thibaut Bruttin RSF Kecam Perlakuan Zionis Israel ke Jurnalis di Gaza Labeli Teroris

Tidak ada penjelasan resmi dari pihak milisi terkait kondisi para tahanan atau apa yang sebenarnya terjadi di rumah Taj Al-Sir saat insiden berlangsung.

Kekerasan Meluas Sejak El-Fasher Jatuh ke RSF

Sejak merebut El-Fasher pada Oktober, RSF kembali mendapat sorotan setelah kelompok hak asasi manusia menuding mereka melakukan pembantaian terhadap warga sipil. Tuduhan serupa terus meningkat seiring eskalasi konflik di wilayah Darfur.

Perang antara pemerintah Sudan dan RSF meletus pada April 2023 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Ribuan warga dilaporkan tewas, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi ke wilayah lain maupun ke negara-negara tetangga akibat gagalnya berbagai upaya mediasi internasional.

Sumber berita versi lengkap dapat dibaca di:
JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait