JurnalLugas.Com — Harga emas batangan Antam kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Logam mulia tersebut mencatat kenaikan Rp10.000 per gram sehingga harga jual emas berada di posisi Rp2.425.000 dari sebelumnya Rp2.415.000. Kenaikan ini menambah optimisme pasar emas yang sejak awal kuartal terakhir tahun ini terus menunjukkan tren positif.
Nilai buyback atau harga jual kembali juga mengalami kenaikan ke level Rp2.286.000 per gram. Dengan kondisi ini, investor yang ingin melepas emasnya berpotensi mendapatkan nilai lebih baik dibanding hari sebelumnya.
Analis pasar komoditas, DI, menilai pergerakan ini masih akan berlangsung stabil. “Lonjakan harga emas terjadi karena pasar global masih dihantui ketidakpastian. Emas tetap jadi tempat aman bagi investor,” ujarnya.
Aturan Pajak Pembelian dan Buyback yang Masih Berlaku
Seluruh transaksi emas mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi disertai bukti potong resmi.
Sementara itu, penjualan kembali emas ke Antam dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Potongan tersebut otomatis dikurangi dari nilai buyback yang diterima konsumen.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Terbaru
Berikut rangkuman harga emas batangan berdasarkan pecahan per 2 Desember 2025:
- 0,5 gram — Rp1.262.500
- 1 gram — Rp2.425.000
- 2 gram — Rp4.790.000
- 3 gram — Rp7.160.000
- 5 gram — Rp11.900.000
- 10 gram — Rp23.745.000
- 25 gram — Rp59.237.000
- 50 gram — Rp118.395.000
- 100 gram — Rp236.712.000
- 250 gram — Rp591.515.000
- 500 gram — Rp1.182.820.000
- 1.000 gram (1 kg) — Rp2.365.600.000
Struktur harga tersebut menunjukkan kenaikan merata pada semua ukuran. Pecahan kecil tetap menjadi pilihan favorit investor pemula, sedangkan emas kiloan umumnya diburu pelaku pasar profesional maupun perusahaan yang berorientasi penyimpanan aset jangka panjang.
Minat Investasi Emas Diprediksi Masih Kuat
Memasuki akhir tahun, permintaan terhadap emas batangan diperkirakan akan terus meningkat. Stabilitas nilai emas yang cenderung apresiatif membuatnya menjadi instrumen penyimpan kekayaan yang aman. Sejumlah analis memperkirakan peluang kenaikan kembali masih terbuka seiring kondisi global yang belum pulih sepenuhnya.
Pengamat pasar, RS, menyebut tren ini akan berlanjut. “Selama tekanan ekonomi dan geopolitik belum mereda, emas akan terus dilirik sebagai aset pelindung nilai,” katanya.
Pertumbuhan harga emas Antam yang kembali menguat menandakan pasar logam mulia masih bergerak positif. Dengan daftar harga lengkap dan aturan pajak yang transparan, investor diharapkan dapat menyesuaikan keputusan pembelian maupun penjualan secara lebih presisi. Emas tetap menjadi instrumen yang relevan bagi berbagai kalangan, baik pemula maupun investor besar.
Informasi selengkapnya dapat diikuti melalui JurnalLugas.Com.





