China Latihan Kapal Induk Liaoning Dekat Okinawa, Jepang Siaga Tingkatkan Pengawasan di Samudra Pasifik

Kapal Induk China Liaoning
Foto : Kapal Induk China Liaoning

JurnalLugas.Com – Ketegangan di kawasan Indo-Pasifik kembali memanas setelah China melakukan latihan penerbangan militer skala besar menggunakan kapal induk Liaoning di Samudra Pasifik, Sabtu (6/12/2025). Manuver ini berlangsung tidak lama setelah kapal induk tersebut melintas di dekat Prefektur Okinawa, Jepang wilayah sensitif yang kerap menjadi titik gesekan kedua negara.

Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan bahwa aktivitas tersebut langsung memicu respons cepat dari Pasukan Bela Diri Jepang. Beberapa unit pesawat pengintai dan jet tempur diterjunkan untuk memantau setiap pergerakan Liaoning dan armada pendampingnya.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan resmi kementerian, latihan penerbangan yang dilakukan mencakup lepas-landas dan pendaratan jet tempur serta helikopter dari dek kapal induk. Ini menjadi latihan pertama yang terdeteksi di sekitar wilayah Jepang setelah China meresmikan penggunaan kapal induk ketiganya, Fujian, pada bulan lalu.

Seorang analis keamanan Indo-Pasifik yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa latihan ini menunjukkan pola yang semakin konsisten. “China sedang menguji jangkauan tempurnya jauh dari daratan utama, dan ini memberi sinyal bahwa mereka ingin memperkuat kehadiran maritim di wilayah strategis,” ujarnya.

Baca Juga  Gempa M 7,5 Guncang Aomori Jepang Utara, 23 Orang Terluka dan 90 Ribu Mengungsi

Jepang Tingkatkan Kesiagaan

Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan bahwa Liaoning sebelumnya telah dideteksi pada Jumat saat melintasi Laut China Timur. Kapal itu berada sekitar 420 kilometer di utara Pulau Kuba, wilayah kecil yang dikuasai Tokyo tetapi diklaim Beijing.

Setelah itu, Liaoning yang dikawal tiga kapal perusak melanjutkan perjalanan ke Samudra Pasifik. Latihan penerbangan kemudian dilakukan sekitar 270 kilometer di barat Pulau Okidaito, lokasi yang dikategorikan Tokyo sebagai area yang memerlukan pantauan intensif.

Seorang pejabat Kemhan Jepang mengatakan bahwa langkah ini menambah beban diplomasi dan kewaspadaan militer. “Setiap aktivitas di perairan dekat Okinawa akan selalu kami respons, karena area tersebut merupakan jalur strategis pertahanan Jepang,” katanya.

Kemampuan Armada China Dinilai Meningkat

Para pengamat menilai operasi ini bukan hanya latihan biasa, tetapi bagian dari strategi maritim jangka panjang Beijing. Dengan hadirnya kapal induk ketiga, China disebut memiliki kemampuan untuk mengoperasikan armada kapal induk secara rotasi, sehingga setidaknya satu kapal selalu siap dikerahkan ketika dua lainnya menjalani perawatan.

Analis pertahanan regional menyatakan, “Dengan tiga kapal induk, China tidak hanya memperluas kekuatannya, tetapi juga mempercepat ambisi menjadi kekuatan laut global. Ini tentu menambah kekhawatiran bagi Jepang dan negara-negara di Indo-Pasifik.”

Pengamat juga menilai bahwa keberadaan Liaoning dekat Okinawa memiliki pesan simbolis, terutama setelah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Beijing dan Tokyo mengenai sengketa wilayah serta aktivitas militer di kawasan.

Baca Juga  Jin Tateno dan Jun Sakurai Tertangkap! Penyelundupan 1 Ton Emas Rp1,15 Triliun Korea Selatan ke Jepang

Kawasan Indo-Pasifik Makin Sensitif

Latihan kapal induk di wilayah yang dekat dengan Jepang ini dinilai menambah daftar panjang dinamika keamanan di Indo-Pasifik. Negara-negara di kawasan disebut terus memperkuat aliansi keamanan dalam menghadapi ekspansi militer China yang kian agresif.

Beberapa pemerhati geopolitik menilai bahwa manuver Liaoning bukan sekadar latihan rutin. “Ini adalah bentuk unjuk kekuatan yang sangat terukur. Beijing ingin menunjukkan bahwa mereka mampu beroperasi jauh dari pantai mereka sendiri dan dapat melakukannya kapan saja,” kata seorang analis kawasan.

Meski belum ada tanggapan lanjutan dari pemerintah China, aktivitas militer ini dipastikan akan menjadi pembahasan di berbagai forum pertahanan, mengingat wilayah Pasifik Barat merupakan rute strategis yang sensitif bagi Jepang, Taiwan, Filipina, dan negara lain.

Situasi diprediksi akan terus dinamis dalam beberapa minggu ke depan, terutama setelah Fujian kapal induk tercanggih China mulai aktif beroperasi dan berpotensi melakukan latihan serupa.

Sumber berita selengkapnya dapat diakses di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait