JurnalLugas.Com — Jaksa penuntut di Jepang secara resmi menuntut hukuman penjara seumur hidup terhadap Tetsuya Yamagami, pria yang didakwa menembak mati mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dalam insiden tragis pada 2022. Tuntutan tersebut disampaikan dalam sidang terakhir di Pengadilan Distrik Nara, Kamis.
Dengan rampungnya seluruh rangkaian persidangan, majelis hakim kini memasuki tahap pertimbangan akhir. Pengadilan menjadwalkan pembacaan vonis terhadap Yamagami pada Januari 2026, menandai babak penentuan dalam salah satu kasus kriminal paling mengguncang Jepang dalam beberapa dekade terakhir.
Shinzo Abe tewas ditembak pada 8 Juli 2022 saat tengah menyampaikan pidato kampanye di ruang terbuka di Kota Nara. Kala itu, Abe sedang mendukung kandidat dari Partai Demokrat Liberal dalam pemilihan anggota Dewan Penasihat Jepang. Pelaku berhasil diamankan aparat keamanan di lokasi kejadian sesaat setelah penembakan.
Dalam persidangan, Yamagami secara terbuka mengakui perbuatannya. Ia menyatakan bahwa aksinya didorong oleh rasa dendam pribadi terhadap Gereja Unifikasi. Menurut pengakuannya, ia meyakini organisasi tersebut memiliki kedekatan dengan Shinzo Abe serta sejumlah tokoh politik Jepang.
Yamagami juga mengungkap latar belakang motif ekonomi yang membebani keluarganya. Ia menyebut sang ibu pernah memberikan sumbangan dalam jumlah sangat besar kepada kelompok tersebut, dengan total mencapai sekitar 100 juta yen. Donasi itu, menurutnya, menyebabkan kehancuran finansial keluarganya dan memicu tekanan psikologis berkepanjangan.
Pihak jaksa menilai tindakan Yamagami sebagai kejahatan serius yang mengancam stabilitas demokrasi dan keamanan publik. Oleh karena itu, hukuman maksimal dinilai pantas untuk memberikan efek jera serta menegaskan bahwa kekerasan politik tidak dapat ditoleransi di Jepang.
Kasus pembunuhan Shinzo Abe sendiri memicu duka mendalam, tidak hanya di Jepang tetapi juga di tingkat internasional. Abe dikenal sebagai salah satu perdana menteri terlama dalam sejarah Jepang dan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan ekonomi serta diplomasi kawasan Asia.
Baca berita mendalam dan terpercaya lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com






