Trump AS Siap Perang dengan Venezuela, Kapal Minyak Maduro Disita

JurnalLugas.Com — Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik bersenjata antara kedua negara. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan dunia internasional karena muncul di tengah sengketa penyitaan kapal tanker minyak Venezuela oleh otoritas Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (18/12), Trump menegaskan bahwa opsi perang bukan sesuatu yang sepenuhnya dikesampingkan. “Saya tidak menutup kemungkinan itu,” ujar Trump singkat, menandakan sikap keras Washington terhadap Caracas.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, Trump enggan memperpanjang pembahasan mengenai isu dugaan serangan AS terhadap kapal-kapal Venezuela yang disebut-sebut dapat memicu perang terbuka. Ia justru menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap melanjutkan kebijakan penyitaan kapal tanker Venezuela yang dianggap melanggar sanksi internasional.

Baca Juga  Palestina Kecam Trump Niat Kuasai Gaza Ancaman Serius Kedaulatan

Sikap ambigu juga ditunjukkan Trump saat ditanya apakah tujuan akhir Amerika Serikat adalah menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tanpa memberikan jawaban tegas, Trump hanya mengatakan bahwa Maduro “sudah memahami dengan sangat jelas” apa yang diinginkan oleh Washington. Pernyataan ini kembali memicu spekulasi bahwa perubahan rezim masih menjadi agenda terselubung AS di Venezuela.

Di sisi lain, pemerintah Venezuela melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat. Caracas menyebut tindakan penyitaan kapal tanker tersebut sebagai bentuk “pembajakan maritim” di perairan internasional. Pemerintah Venezuela menuduh pasukan AS secara paksa menaiki kapal sipil, melumpuhkan awak, hingga menyita muatan minyak yang disebut sebagai milik sah negara tersebut.

Ketegangan maritim ini menambah panjang daftar konflik antara kedua negara yang selama bertahun-tahun berseteru akibat sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, dan perbedaan ideologi politik. Pengamat internasional menilai situasi ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Amerika Latin jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Baca Juga  Kumpulkan Donasi Kampanye Lebihi Trump akankah Kamala Harris Menangkan Pilpres AS

Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik. Pernyataan Trump yang membuka peluang perang dinilai semakin mempertegas bahwa hubungan AS dan Venezuela masih berada di titik rawan, dengan risiko eskalasi yang sulit diprediksi.

Baca berita internasional dan analisis politik global lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait