JurnalLugas.Com – Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah melakukan pengejaran aktif terhadap kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela. Langkah ini menjadi bagian dari upaya AS menegakkan sanksi terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak ilegal.
Seorang pejabat AS menyatakan, “Penjaga Pantai AS sedang mengejar kapal armada gelap yang mengibarkan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial.” Kapal tanker bernama Bella 1 itu dikabarkan telah dinaiki personel AS saat sedang menuju Venezuela untuk memuat kargo minyak.
Jika berhasil ditangkap, Bella 1 akan menjadi kapal tanker ketiga yang dicegat AS dalam waktu kurang dari dua pekan di kawasan tersebut. Sebelumnya, Penjaga Pantai AS menaiki kapal Centuries, sebuah supertanker berbendera Panama, yang membawa minyak milik perusahaan negara Venezuela, PDVSA, yang masuk daftar sanksi Washington.
Pada awal Desember, AS juga menyita kapal tanker Skipper di perairan Venezuela dan mengumumkan rencana penyitaan muatan minyaknya. Enam hari kemudian, Presiden AS saat itu, Donald Trump, memerintahkan “blokade total” terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi dan menyebut pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai “organisasi teroris asing”.
Menurut situs pemantau pengiriman minyak TankerTrackers, puluhan kapal tanker yang terkena sanksi masih beroperasi di perairan Venezuela. Ekspor minyak sendiri menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut, menyumbang sebagian besar pendapatan luar negeri Venezuela.
Venezuela menanggapi tindakan AS ini sebagai upaya perubahan rezim dan ekspansi militer di Amerika Latin. Pemerintah Caracas menyebut pencegatan kapal tanker minyak sebagai bentuk “pembajakan” yang melanggar hukum internasional.
Langkah AS ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam tekanan terhadap sektor minyak Venezuela, yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan negara dan faktor strategis dalam hubungan diplomatik Amerika Latin.
Sumber lebih lengkap: JurnalLugas.com






