JurnalLugas.Com – Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap jaringan kartel narkoba yang dinilai mengancam kepentingan keamanan nasionalnya.
Pemerintah Washington bahkan menyatakan perang besar terhadap kelompok kartel, dengan Kartel Jalisco New Generation (CJNG) ditempatkan sebagai sasaran utama.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum Michael Gonzales dalam pengarahan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Gonzales menegaskan bahwa Washington akan mengejar para anggota dan pimpinan CJNG yang dianggap memiliki peran penting dalam jaringan kejahatan narkotika lintas negara.
“Sudah waktunya memerangi kartel. CJNG akan kami buru,” kata Gonzales.
Menurut dia, CJNG saat ini dipandang sebagai kelompok kartel yang menghadirkan ancaman paling serius dan mendesak bagi kepentingan Amerika Serikat dibandingkan organisasi sejenis lainnya.
Langkah Washington tidak hanya mengandalkan operasi penegakan hukum. Departemen Luar Negeri AS disebut telah menyiapkan imbalan dengan nilai keseluruhan lebih dari 100 juta dolar AS, atau sekitar Rp1,78 triliun, bagi informasi yang dapat membantu aparat menangkap para pimpinan kartel, termasuk individu yang telah masuk dalam perkara hukum di Amerika Serikat.
Tekanan terhadap jaringan tersebut juga diperluas melalui kebijakan imigrasi. Sebanyak 65 orang yang memiliki keterkaitan dengan CJNG telah dikenai pembatasan visa sehingga mereka tidak dapat memasuki wilayah Amerika Serikat.
Washington juga menegaskan bahwa pengejaran terhadap CJNG akan dilakukan bersama pemerintah Meksiko. Kerja sama lintas negara dinilai penting karena aktivitas kartel tidak berhenti pada satu wilayah dan memiliki jaringan yang melintasi perbatasan.
Gonzales mengatakan Amerika Serikat akan berkoordinasi dengan otoritas Meksiko untuk mengidentifikasi, memburu dan menangkap para pemimpin maupun jaringan pendukung CJNG sebelum mereka diproses melalui jalur hukum.
Namun, bentuk tindakan yang akan dilakukan Washington nantinya akan disesuaikan dengan informasi yang diperoleh aparat serta kondisi di lapangan.
Menurut Gonzales, Amerika Serikat ingin menemukan langkah yang paling efektif bersama Meksiko untuk melindungi kepentingan keamanan nasional tanpa mengabaikan kerja sama penegakan hukum kedua negara.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan keamanan Washington dan Mexico City.
Selain mengejar pelaku kriminal, kedua negara disebut akan meningkatkan dukungan terhadap operasi penegakan hukum dan proses peradilan, sekaligus mempercepat langkah menghadapi produksi serta perdagangan narkotika.
CJNG sendiri bukan nama baru dalam agenda pemberantasan narkoba Amerika Serikat. Pada Februari 2025, Departemen Luar Negeri AS secara resmi memasukkan kelompok tersebut ke dalam daftar Foreign Terrorist Organization (FTO).
Status itu menempatkan CJNG dalam kategori organisasi yang mendapat perhatian serius dari pemerintah Amerika Serikat karena aktivitasnya dinilai berkaitan dengan ancaman terorisme dan kejahatan transnasional.
Perkembangan besar juga terjadi di Meksiko pada Februari 2026. Otoritas pertahanan negara tersebut menangkap pemimpin CJNG Oseguera Cervantes dalam sebuah operasi.
Namun, pemimpin kartel itu kemudian meninggal akibat luka yang dideritanya ketika dalam perjalanan menuju Mexico City.
Meski salah satu tokoh sentral CJNG telah ditangkap dan kemudian meninggal, Washington menilai ancaman jaringan tersebut belum berakhir.
Pernyataan terbaru Gonzales menunjukkan Amerika Serikat masih melihat CJNG sebagai salah satu target prioritas dalam agenda pemberantasan perdagangan narkoba lintas batas.
Dengan nilai hadiah informasi yang mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, pembatasan visa terhadap puluhan individu, serta rencana peningkatan koordinasi dengan Meksiko, tekanan terhadap jaringan CJNG diperkirakan semakin besar.
Langkah berikutnya akan sangat bergantung pada hasil pertukaran informasi antara kedua negara dan kemampuan aparat menerjemahkannya menjadi operasi penegakan hukum terhadap jaringan kartel tersebut.
Baca perkembangan berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






