Lula Telepon Trump, Desak Hapus Tarif 50 Persen Produk Brasil dan Cabut Sanksi

JurnalLugas.Com — Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva secara langsung meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghapus tarif baru sebesar 50 persen terhadap produk-produk asal Brasil. Permintaan itu disampaikan Lula melalui percakapan telepon dengan Trump pada Senin (6/10/2025), sebagaimana dikonfirmasi oleh Sekretariat Komunikasi Kepresidenan Brasil.

Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Lula menekankan bahwa Brasil merupakan satu dari tiga negara anggota Kelompok 20 (G20) yang mengalami defisit perdagangan dengan Amerika Serikat. Karena itu, ia meminta agar Trump meninjau kembali kebijakan tarif dan mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap pejabat Brasil, termasuk pembatalan visa masuk ke AS.

Bacaan Lainnya

“Presiden Lula menegaskan bahwa kebijakan tarif tinggi tersebut merugikan kedua pihak dan tidak sejalan dengan semangat kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar seorang pejabat di Sekretariat Komunikasi Kepresidenan Brasil yang enggan disebutkan namanya.

Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa percakapan berlangsung dengan nada bersahabat. Kedua pemimpin juga sempat mengenang pertemuan mereka sebelumnya di New York, saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain Lula dan Trump, sejumlah pejabat tinggi turut serta dalam komunikasi jarak jauh itu, termasuk Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin, Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, Menteri Keuangan Fernando Haddad, Juru Bicara Kepresidenan Sidonio Palmeira, dan penasihat senior Celso Amorim.

Panggilan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan setelah keputusan Trump pada Agustus lalu untuk memberlakukan tarif impor baru sebesar 50 persen terhadap berbagai produk ekspor asal Brasil.

Trump disebut telah menunjuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk memimpin pembahasan lanjutan bersama delegasi Brasil yang terdiri dari Alckmin, Vieira, dan Haddad.

“Kami berharap jalur diplomasi dapat segera menemukan solusi yang adil bagi kedua negara,” ungkap Alckmin dalam pernyataan terpisah kepada awak media usai percakapan.

Selain membahas isu perdagangan, Lula juga kembali menyampaikan undangan resmi kepada Trump untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB yang akan diselenggarakan di Kota Belem, wilayah Amazon, pada November mendatang.

Trump sendiri sebelumnya telah menyebut dalam unggahan di platform Truth Social bahwa dirinya “menikmati percakapan dengan Presiden Lula” dan menyebut pembicaraan tersebut “sangat baik dan produktif.”

Sementara itu, Alckmin menilai percakapan antara kedua presiden berlangsung “lebih baik dari yang diharapkan,” menandakan peluang positif bagi pemulihan hubungan ekonomi antara Brasil dan Amerika Serikat.

Dengan demikian, pertemuan langsung antara Lula dan Trump yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat diyakini akan menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat kembali hubungan perdagangan dan diplomasi kedua negara.

Lanjut baca berita politik internasional lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Keangkuhan AS Memveto Resolusi DK PBB soal Gencatan Senjata di Timur Tengah

Pos terkait