JurnalLugas.Com — Pada hari pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2026, Jumat (2/1/2026), investor asing tercatat melakukan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. Fenomena ini terjadi meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dan mendekati level rekor tertinggi sepanjang masa.
Saham Perbankan Jadi Sasaran Net Sell Asing
Data BEI menunjukkan BBRI menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar, mencapai Rp366,69 miliar. Tekanan jual tersebut berimbas pada koreksi harga saham BBRI sebesar 0,55% ke Rp3.640 per unit.
Aksi jual serupa juga terjadi pada saham:
- BBNI — net sell Rp83,79 miliar, turun 2,52% ke Rp4.260
- BBCA — net sell Rp39,98 miliar, melemah 0,62% ke Rp8.025
- BRIS — net sell Rp30,43 miliar, terkoreksi 3,14% ke Rp2.160
- BMRI — net sell Rp23 miliar, turun 0,49% ke Rp5.075
Seorang analis pasar modal berinisial A.R. menilai koreksi tersebut lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli panjang di akhir tahun.
“Asing melakukan reposisi portofolio pada awal tahun, sementara fundamental sektor perbankan masih solid,” ujar A.R.
Emiten Non-Bank Juga Tersentuh Aksi Jual
Selain sektor perbankan, sejumlah saham non-bank turut masuk daftar net sell asing terbesar, antara lain:
- RATU
- CBDK
- BRPT
- CUAN
- INCO
Menurut pengamat pasar berinisial D.S., pergerakan tersebut dipengaruhi sentimen rotasi sektor dan strategi mitigasi risiko.
“Beberapa saham siklikal dilepas sementara, sejalan dengan strategi konservatif menjelang rilis data ekonomi,” ujar D.S.
IHSG Menguat dan Dekati Rekor Tertinggi
Menariknya, di tengah derasnya aksi jual di saham tertentu, IHSG justru menguat 1,17% ke level 8.748,13. Angka tersebut berada dekat rekor intraday ATH yang sempat tercapai pada 11 Desember 2024 di level 8.776,97.
Dari sisi arus dana, asing masih mencatatkan:
- Net buy harian — Rp 1,14 triliun
- Net buy sepekan — Rp 1,28 triliun
Hal ini menunjukkan minat beli asing masih terjaga, meski diwarnai aksi profit taking pada saham perbankan besar di awal tahun.
Seorang ekonom pasar keuangan berinisial M.H. menilai tren tersebut sebagai sinyal positif.
“Penguatan IHSG di tengah koreksi sektoral menggambarkan pasar tetap resilien dan likuiditas terjaga,” kata M.H.
Aksi jual asing pada saham perbankan besar di awal 2026 lebih mencerminkan strategi rotasi portofolio, bukan pelemahan fundamental. Dengan IHSG tetap menguat dan capital inflow asing masih positif, pasar dinilai berada pada jalur optimistis memasuki tahun perdagangan yang baru.
Kunjungi laman kami untuk berita ekonomi dan pasar modal terkini:
https://JurnalLugas.Com






