JurnalLugas.Com — Harga emas batangan Antam Logam Mulia pada Senin, 5 Januari 2026, tercatat masih stabil di level Rp2.488.000 per gram. Posisi harga ini bertahan selama tiga hari berturut-turut sejak Sabtu (3/1), menandakan pasar emas berada pada fase konsolidasi harga.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) justru mengalami kenaikan menjadi Rp2.371.000 per gram, setelah sehari sebelumnya berada di level Rp2.346.000 per gram. Kenaikan buyback ini memberi sinyal adanya perbaikan minat jual beli di pasar ritel emas.
Pejabat Logam Mulia Antam yang enggan disebutkan namanya menuturkan, kenaikan buyback mencerminkan dinamika permintaan investor ritel. “Pergerakan buyback biasanya mengikuti tren perdagangan harian dan sentimen pasar,” ujarnya secara singkat.
Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam
Transaksi emas batangan masih mengikuti ketentuan PMK No. 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:
- 1,5% bagi pemilik NPWP
- 3% bagi non-NPWP
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai pencairan yang diterima pelanggan.
Untuk pembelian emas batangan, berlaku potongan pajak:
- 0,45% bagi pemilik NPWP
- 0,9% bagi non-NPWP
Setiap transaksi pembelian dilengkapi bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru (Pecahan 0,5–1.000 Gram)
Berikut daftar harga emas batangan yang tercatat di laman resmi Logam Mulia Antam per Senin (5/1):
- 0,5 gram — Rp1.294.000
- 1 gram — Rp2.488.000
- 2 gram — Rp4.916.000
- 3 gram — Rp7.349.000
- 5 gram — Rp12.215.000
- 10 gram — Rp24.375.000
- 25 gram — Rp60.812.000
- 50 gram — Rp121.545.000
- 100 gram — Rp243.012.000
- 250 gram — Rp607.265.000
- 500 gram — Rp1.214.320.000
- 1.000 gram (1 kg) — Rp2.428.600.000
Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global dan kebijakan internal perusahaan.
Peluang Investor di Tengah Stabilitas Harga
Analis pasar komoditas menilai stabilnya harga emas dalam beberapa hari terakhir membuka ruang bagi strategi akumulasi bertahap. “Saat harga bergerak datar, investor cenderung memanfaatkan momentum untuk menambah kepemilikan emas fisik,” ujarnya.
Emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global, sehingga minat terhadap produk emas batangan tetap tinggi di kalangan investor ritel.
Untuk informasi ekonomi dan keuangan lainnya, kunjungi: JurnalLugas.Com






