El Nino Makin Kuat, Amran Stok Beras Pemerintah Tembus 5,2 Juta Ton

JurnalLugas.Com – Pemerintah mengklaim posisi cadangan pangan Indonesia kini jauh lebih kuat untuk menghadapi ancaman El Nino.

Hingga pertengahan Agustus 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) disebut telah menembus sekitar 5,2 juta ton.

Bacaan Lainnya

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengalaman menghadapi El Nino menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menyiapkan pasokan pangan.

Menurutnya, kondisi stok saat ini berbeda dibandingkan periode ketika Indonesia menghadapi tekanan El Nino pada 2023 dan 2024.

Amran menyebut pemerintah telah melakukan persiapan lebih awal sehingga ketahanan stok beras tidak lagi terlalu bergantung pada impor.

“Sekarang persiapan menghadapi El Nino sudah dilakukan, stok beras pemerintah sekitar 5,2 juta ton,” ujar Amran, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi cuaca yang berpotensi memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.

El Nino dapat membuat musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih panjang sehingga berpotensi memengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan.

Karena itu, pemerintah menjadikan penguatan cadangan pangan sebagai salah satu langkah mitigasi. Stok beras yang besar diharapkan mampu menjadi bantalan apabila produksi padi mengalami gangguan akibat kondisi iklim.

Data Bapanas menunjukkan peningkatan stok CBP terjadi cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal September 2023, sebelum memasuki periode puncak El Nino, stok CBP tercatat sekitar 1,52 juta ton.

Sementara hingga 12 Agustus 2026, stok tersebut telah mencapai sekitar 5,25 juta ton. Artinya, terjadi peningkatan sekitar 245 persen dibandingkan posisi pada September 2023.

Kenaikan stok tersebut tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar negeri. Pemerintah sejak 2025 mempercepat penyerapan hasil panen petani melalui Perum Bulog. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penyerapan gabah dengan berbagai kondisi mutu atau any quality.

Kebijakan itu dimaksudkan agar hasil panen petani tetap terserap ketika kualitas gabah tidak seluruhnya memenuhi standar tertentu.

Setelah diserap, proses pengolahan menjadi tanggung jawab Bulog sehingga beban penanganan kualitas tidak sepenuhnya berada di tangan petani.

Amran menilai keberadaan Bulog menjadi penting untuk menjaga petani agar tidak tertekan ketika harga dan kondisi pasar berubah.

“Bulog harus hadir untuk menjaga petani sekaligus kestabilan harga pangan,” kata Amran.

Penguatan stok juga berjalan beriringan dengan kondisi kesejahteraan petani. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga yang diterima petani hingga Juli 2026 berada di level 151,10.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa harga yang diterima petani berada pada posisi yang relatif menguntungkan.

Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat menjaga gairah produksi di tingkat petani. Ketika hasil panen terserap dengan harga yang memadai, petani memiliki insentif lebih besar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi.

Amran juga menanggapi kemungkinan adanya sebagian beras yang mengalami penurunan mutu akibat kebijakan penyerapan gabah dalam jumlah besar.

Menurutnya, kondisi tersebut tetap dapat ditangani Bulog dan porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan total stok yang tersedia.

Ia mencontohkan apabila terdapat beberapa ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu, jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan total cadangan yang mencapai lebih dari 5 juta ton.

Dengan stok CBP yang mencapai sekitar 5,25 juta ton, pemerintah kini memiliki ruang yang lebih besar untuk menghadapi kemungkinan gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.

Cadangan tersebut juga dapat digunakan sebagai instrumen stabilisasi apabila terjadi tekanan harga atau pasokan di pasar.

Bukan hanya beras yang diperkuat. Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk sejumlah komoditas lain juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelum periode El Nino 2023.

Untuk jagung, misalnya, stok CPP kini mencapai sekitar 159 ribu ton. Padahal pada September 2023 stok komoditas tersebut masih tercatat nihil.

Stok daging ayam ras juga meningkat. Saat ini persediaannya disebut mencapai sekitar 38 ton, naik dibandingkan posisi September 2023 yang berada di kisaran 15,94 ton.

Selain itu, pemerintah mencatat stok gula konsumsi sekitar 2 ribu ton, minyak goreng sekitar 1 ribu kiloliter, telur ayam 6 ton, serta daging sapi 3 ton.

Sebagian besar penguatan cadangan tersebut berasal dari penyerapan produksi dalam negeri.

Pengelolaannya dilakukan melalui lembaga pemerintah dan badan usaha yang mendapat mandat untuk menjaga ketersediaan pangan, termasuk Bulog dan ID FOOD.

Perbandingan data menunjukkan perubahan cukup besar dibandingkan kondisi sebelum puncak El Nino pada 2023. Saat itu, stok beras pemerintah hanya sekitar 1,52 juta ton, jagung masih kosong, sementara sejumlah komoditas lain juga berada pada level yang lebih rendah.

Kondisi stok saat ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi ketidakpastian iklim. Dengan cadangan yang lebih besar, pemerintah memiliki pilihan lebih luas dalam menjaga pasokan ketika produksi petani terganggu.

Tantangan berikutnya adalah memastikan cadangan tersebut benar-benar dapat dikelola secara efisien.

Stok yang besar harus diikuti sistem penyimpanan, distribusi, dan pengawasan mutu yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan petani maupun konsumen.

Pemerintah juga perlu memastikan penyerapan hasil produksi dalam negeri tetap berjalan tanpa mengganggu keseimbangan pasar. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pasokan pangan tetap tersedia ketika musim kemarau panjang terjadi.

Dengan pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya, pemerintah kini mencoba masuk ke periode rawan dengan persediaan yang jauh lebih besar.

Jika strategi penyerapan dan pengelolaan cadangan berjalan sesuai rencana, stok pangan tersebut dapat menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional menghadapi tekanan cuaca ekstrem.

Baca berita ekonomi, pangan, dan kebijakan nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Awasi Harga dan Mutu Pangan, Bapanas Buka Hotline Satgas Saber, Ini Nomornya

Pos terkait