JurnalLugas.Com — PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) resmi melangkah ke babak baru dalam perjalanan bisnisnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perseroan menyetujui perubahan nama menjadi PT Prime Agri Resources Tbk. Keputusan strategis ini diambil setelah SGRO resmi diakuisisi oleh perusahaan multinasional asal Korea Selatan, POSCO International Corporation.
RUPSLB tersebut digelar di North Tower, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026). Dalam rapat itu, pemegang saham yang mewakili 98,42 persen atau sekitar 1,37 miliar saham menyatakan persetujuan atas agenda perubahan identitas perusahaan.
Manajemen perseroan menyampaikan bahwa perubahan nama ini mencerminkan arah baru perusahaan pasca pergantian pengendali. Langkah rebranding tersebut juga diharapkan mampu memperkuat positioning bisnis agribisnis dan sumber daya perkebunan di tingkat global.
Meski telah disetujui pemegang saham, perubahan nama tersebut belum bersifat final. Perseroan masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Jika nama PT Prime Agri Resources Tbk tidak disetujui, perusahaan telah menyiapkan dua alternatif lain, yakni PT Prime Agro Resources Tbk atau PT Premier Agri Resources Tbk.
Sebagai informasi, sebelumnya Sampoerna Group melalui entitas Twinwood Family Holdings Limited telah melepas seluruh sahamnya di SGRO sebesar 65,72 persen kepada POSCO International Corporation. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi POSCO untuk memperkuat ekosistem bisnis crude palm oil (CPO) dan rantai pasok agribisnisnya di Indonesia.
Selain perubahan nama, RUPSLB juga menyetujui perubahan di jajaran Dewan Komisaris. Kong Byoungsun resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama, menggantikan Eka Dharmajanto Kasih yang mengundurkan diri seiring perubahan kepemilikan saham pengendali.
Sementara itu, struktur Direksi dan Komisaris lainnya tetap dipertahankan. Budi Setiawan Halim masih dipercaya untuk memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama, memastikan kesinambungan operasional dan strategi bisnis di tengah transisi kepemilikan.
Dengan akuisisi dan rencana rebranding ini, SGRO yang segera berganti identitas diharapkan mampu meningkatkan daya saing global, memperluas jaringan bisnis agribisnis, serta memperkuat kontribusi sektor perkebunan nasional di pasar internasional.
Selengkapnya kunjungi: https://jurnalluguas.com






