JurnalLugas.Com — PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) telah merealisasikan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) sebesar Rp70,16 miliar per 31 Desember 2025, atau sekitar 69,68 persen dari total dana yang dihimpun senilai Rp100,68 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2026), dana tersebut digunakan untuk dua fokus utama: pembelian mesin baru senilai Rp23,90 miliar dan modal kerja sebesar Rp46,26 miliar. Sementara sisanya, sebesar Rp26,70 miliar, ditempatkan di tabungan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan suku bunga 0,8 persen.
ASPR resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2025, dengan harga pembukaan Rp151 per saham—naik 21,77 persen dibanding harga penawaran awal Rp124 per saham.
Dana IPO dialokasikan untuk mendukung ekspansi produksi di sektor makanan, minuman, kosmetik, farmasi, dan industri kimia. “Kami berkomitmen untuk menambah penyerapan tenaga kerja khususnya di Jawa Timur, guna mendukung peningkatan kapasitas,” ujar Direktur ASPR, Arif, dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, pada 8 Juli 2025.
Saat ini, ASPR mengoperasikan dua pabrik di Surabaya dan Pasuruan. Pabrik Surabaya memiliki 23 unit mesin injection dilengkapi empat unit mesin robot IML (in mold labeling), alat pemasang induction otomatis, serta alat lipat tutup otomatis. Selain itu, terdapat 24 unit mesin blow dengan alat uji kebocoran otomatis dan alat pemasang stiker.
Dibangun sejak 1991, ASPR berbasis di Surabaya dan fokus memproduksi kemasan plastik rigid untuk berbagai industri melalui pendekatan B2B, serta mendistribusikan produknya ke berbagai kota besar di Indonesia melalui jaringan distributor resmi.
Sumber dana IPO yang efektif telah memperkuat kapasitas produksi dan mendukung strategi ekspansi perseroan di pasar domestik.






