JurnalLugas.Com — Penjualan supercar listrik asal China, Xiaomi SU7 Ultra, menunjukkan tren penurunan signifikan menjelang akhir 2025. Kendaraan performa tinggi yang sempat mencuri perhatian pasar otomotif global ini tercatat hanya membukukan 45 unit penjualan pada Desember 2025, jauh merosot dibandingkan capaian puncaknya di awal tahun.
Data penjualan mencatat, performa terbaik Xiaomi SU7 Ultra terjadi pada Maret 2025 dengan angka penjualan mencapai 3.101 unit. Sejak periode tersebut hingga Agustus, penjualan bulanan relatif stabil di kisaran 2.000–3.000 unit, mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap supercar listrik pertama Xiaomi.
Namun, tren tersebut mulai berubah drastis memasuki September 2025. Penjualan anjlok menjadi 488 unit, lalu kembali turun ke 130 unit pada Oktober. Kondisi kian memburuk pada November ketika penjualan jatuh di bawah 100 unit, hingga akhirnya menyentuh titik terendah di Desember dengan kurang dari 50 unit terjual.
Spesifikasi Gahar, Harga Tinggi Jadi Tantangan
Xiaomi SU7 Ultra resmi diluncurkan pada 27 Februari 2025 dengan banderol 529.900 yuan. Mobil listrik ini dibekali sistem tiga motor yang mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 1.548 horsepower. Akselerasinya pun tergolong ekstrem, melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 1,98 detik, serta mencatatkan kecepatan puncak hingga 350 km/jam.
Meski spesifikasinya tergolong kelas atas dan menyasar segmen supercar, harga tinggi serta karakter pasar yang semakin kompetitif diduga menjadi faktor utama melemahnya permintaan di paruh akhir tahun.
Xiaomi Tetap Masuk 10 Besar Industri Otomotif
Di tengah penurunan penjualan SU7 Ultra, Xiaomi Auto secara keseluruhan masih mencatatkan kinerja positif. Sepanjang 2025, total penjualan kendaraan Xiaomi mencapai 411.837 unit, atau tumbuh 200,9 persen secara tahunan. Capaian tersebut mengantarkan Xiaomi masuk dalam 10 besar produsen kendaraan listrik berdasarkan volume penjualan.
Pihak Xiaomi menyatakan tetap optimistis menatap tahun depan. Perusahaan menargetkan penjualan 550.000 unit pada 2026, dengan fokus utama pada segmen kendaraan rumah tangga yang dinilai masih menjadi tulang punggung pasar otomotif listrik di China.
Analis menilai, keberhasilan Xiaomi ke depan akan sangat bergantung pada strategi diversifikasi produk dan kemampuan menjaga keseimbangan antara inovasi performa tinggi serta kebutuhan pasar massal yang lebih luas.
Baca berita ekonomi dan otomotif terkini lainnya di https://JurnalLugas.Com






