Epstein Files Terungkap, Jejak Jeffrey Epstein di Intelijen Israel Mossad

JurnalLugas.Com — Dirilisnya Epstein Files melalui situs resmi Departemen Kehakiman AS di www.justice.gov/epstein kembali menyoroti jejak gelap Jeffrey Epstein, taipan asal Amerika Serikat yang terkenal dengan jaringan kejahatan seksualnya. Namun, di balik kasus kriminalnya, muncul dugaan kontroversial: apakah Epstein pernah menjadi mata-mata Israel?

Koneksi Epstein dengan Tokoh Israel

Dugaan keterlibatan Epstein sebagai agen Mossad bermula dari hubungan dekatnya dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak. Dokumen Epstein Files menunjukkan komunikasi intens Epstein dengan Barak, termasuk korespondensi email yang mengindikasikan hubungan yang bersifat pribadi dan profesional. Selain itu, Epstein juga tercatat dekat dengan Yoni Koren, mantan pejabat intelijen militer Israel, bahkan membantu biaya pengobatan kanker Koren pada 2012.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, kedekatan Epstein dan Barak tidak berarti Epstein bekerja untuk Israel. “Hubungan dekat Jeffrey Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Ini membuktikan sebaliknya,” tulis Netanyahu melalui akun X.

Baca Juga  Trump Dukung Pam Bondi Kasus Epstein Pendukung Tuntut Transparansi Penuh

Dugaan Berdasarkan Informasi Sensitif

Selain hubungan pribadi, dugaan itu juga muncul karena Epstein diyakini memiliki akses informasi sensitif terkait Israel. Dalam catatan email tertanggal 15 Maret 2018, Epstein mengklaim bahwa Robert Maxwell, taipan Inggris dan ayah Ghislaine Maxwell, tewas setelah mengancam Mossad. Epstein menyebut Maxwell sebagai agen informal Mossad yang mengumpulkan intelijen tentang AS, Inggris, dan Uni Soviet.

Namun, klaim ini tidak secara langsung membuktikan bahwa Epstein sendiri adalah mata-mata Mossad. Kompleksitas hubungan Epstein dengan Maxwell, terutama melalui Ghislaine Maxwell, membuat dugaan ini masih bersifat spekulatif.

Bantuan Dana ke Lembaga Israel

Epstein juga tercatat pernah menyumbang melalui COUQ Foundation miliknya kepada dua lembaga Israel, yaitu Friends of Israel Defense Forces (FIDF) dan Jewish National Fund (JNF). Pada 2006, COUQ Foundation memberikan USD 25 ribu kepada FIDF dan USD 15 ribu kepada JNF.

FIDF mendukung program militer Israel, termasuk Batalion Netzah Yehuda ke-97, yang sering dikaitkan dengan kontroversi hak asasi manusia. Sementara JNF dituding terlibat dalam penggusuran komunitas Palestina melalui proyek lingkungan yang kontroversial.

Baca Juga  IRGC Tangkap Jaringan Spionase Mossad, 55 Teroris Diamankan

Spekulasi Keterlibatan Intelijen Lain

Tidak ada bukti kuat yang mengaitkan Epstein secara langsung sebagai mata-mata Mossad. Mantan petinggi intelijen Inggris, Christopher Steele, malah menyinggung kemungkinan Epstein memiliki hubungan dengan jaringan kriminal Rusia. Polandia pun dilaporkan meneliti dugaan keterlibatan Epstein dengan intelijen Rusia, menambah kompleksitas misteri di balik jaringan Epstein.

Meski meninggal akibat bunuh diri pada 2019, Epstein Files tetap memperlihatkan betapa luasnya jejaring Epstein, termasuk koneksi hingga pejabat Israel, tokoh politik dunia, dan lembaga internasional. Dugaan sebagai mata-mata mungkin tetap kontroversial, namun dokumen yang dirilis membuka tabir baru bagi publik terkait jaringan global Epstein.

Berita lainnya: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait