Unilever Indonesia Tebar Dividen Jumbo 2025, Payout Ratio 100 Persen Ditambah Dividen Spesial

JurnalLugas.Com — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mengukuhkan komitmennya kepada para pemegang saham dengan kebijakan dividen agresif pada tahun buku 2025. Perseroan memastikan seluruh laba bersih akan dibagikan sebagai dividen dengan rasio pembayaran atau payout ratio mencapai 100 persen.

Tak hanya dividen reguler, investor juga akan menikmati dividen tambahan satu kali yang bersumber dari hasil pelepasan bisnis non-inti, yakni lini usaha es krim dan teh Sariwangi. Langkah ini menegaskan fokus Unilever Indonesia dalam menciptakan nilai maksimal bagi pemegang saham.

Bacaan Lainnya

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor.

“Kami mempertahankan kebijakan dividen dengan payout ratio 100 persen. Selain itu, terdapat dividen tambahan satu kali yang berasal dari hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/2/2026).

Divestasi Dorong Lonjakan Laba

Sepanjang 2025, Unilever Indonesia mencatat dua aksi korporasi strategis yang berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan. Perseroan melepas bisnis teh Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa (Grup Djarum) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun. Selain itu, bisnis es krim juga didivestasikan kepada The Magnum Ice Cream dengan nilai mencapai Rp7 triliun.

Aksi tersebut menjadi katalis utama lonjakan laba bersih Unilever Indonesia yang mencapai Rp7,64 triliun pada 2025. Angka ini melonjak 126,82 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp3,36 triliun. Sementara dari aktivitas operasional rutin, penjualan bersih tercatat Rp31,94 triliun, tumbuh 4,34 persen secara tahunan.

Transformasi Internal Perkuat Fundamental

Manajemen menilai kinerja solid tersebut tidak terlepas dari transformasi struktural yang dijalankan secara konsisten di internal perusahaan. Langkah efisiensi dan disiplin operasional mulai menunjukkan hasil nyata dalam peningkatan profitabilitas.

Meski beban transformasi sempat menekan margin laba bruto operasi sebesar 60 basis poin menjadi 46,9 persen, namun margin laba sebelum pajak justru meningkat ke level 14,1 persen, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.

Arus Kas Kuat, Neraca Bebas Utang

Dari sisi likuiditas, Unilever Indonesia membukukan free cash flow sebesar Rp4,9 triliun, melonjak 1,7 kali lipat dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini memperkuat kapasitas perseroan dalam mendukung pembagian dividen sekaligus ekspansi berkelanjutan.

Tak kalah penting, posisi keuangan UNVR kini berada pada kondisi net zero debt, menandakan neraca yang sehat tanpa beban pinjaman. Manajemen optimistis strategi yang ditempuh akan membawa perusahaan ke jalur pertumbuhan jangka panjang.

“Kami membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan siap untuk pertumbuhan yang bertanggung jawab serta berkelanjutan di masa depan,” tegas Benjie.

Kebijakan dividen penuh dan dividen spesial ini mempertegas posisi Unilever Indonesia sebagai salah satu emiten konsumer defensif yang konsisten memberikan imbal hasil menarik bagi investor di tengah dinamika pasar.

Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Memahami Istilah-Istilah dalam Investasi Saham yang Wajib Anda Ketahui

Pos terkait