Ambisi Nuklir Trump, Militer AS Mulai Uji Reaktor Mini Berteknologi Tinggi

JurnalLugas.Com — Militer Amerika Serikat mencatat sejarah baru dalam pengembangan energi dengan mengangkut reaktor nuklir mini melalui jalur udara untuk pertama kalinya. Langkah ini menjadi bagian dari agenda pemerintahan Donald Trump yang menargetkan perluasan sumber energi nuklir berteknologi lanjut guna memperkuat ketahanan nasional.

Operasi tersebut melibatkan tiga pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III yang pada Minggu (15/2) membawa modul reaktor Ward 250 tanpa bahan bakar. Pengiriman dilakukan dari March Air Reserve Base menuju Hill Air Force Base, lokasi yang dipilih sebagai pusat awal pengujian.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pejabat lintas lembaga mulai dari Departemen Pertahanan, Departemen Energi, hingga perwakilan industri dan media ikut menyaksikan langsung penerbangan berdurasi sekitar satu jam itu. Kehadiran mereka menegaskan bobot strategis proyek yang diklaim akan mempercepat adopsi teknologi nuklir generasi berikutnya.

Baca Juga  Khamenei Tantang AS dan Israel Iran Tak Akan Menyerah Meski Diancam Trump

Reaktor kompak ini dikembangkan oleh Valar Atomics dan digadang-gadang menjadi tulang punggung misi penyediaan energi andal di lokasi terpencil, termasuk pangkalan militer. Pemerintah menargetkan sedikitnya tiga reaktor generasi baru dapat beroperasi sebelum 4 Juli, sejalan dengan komitmen percepatan energi bersih dan aman.

Dukungan datang dari berbagai pihak di tingkat daerah dan federal. Gubernur Utah Spencer Cox menilai energi nuklir tak sekadar urusan ekonomi, melainkan elemen penting dalam menjaga keamanan nasional. Senada, pejabat akuisisi pertahanan Michael Duffey menekankan bahwa misi ini membuka peluang pemanfaatan energi nuklir tepat di titik kebutuhan operasional militer.

Di sisi industri, CEO Valar Atomics Isaiah Taylor menjelaskan bahwa fase awal pengujian akan dimulai pada kapasitas 250 kilowatt. Daya tersebut kemudian ditingkatkan bertahap hingga 5 megawatt cukup untuk memasok listrik sekitar 5.000 rumah sehingga memberi gambaran skala manfaatnya.

Baca Juga  China Geram Usai Alibaba, BYD dan Baidu Masuk Daftar Hitam Militer AS

Secara teknis, reaktor mini ini menggunakan bahan bakar TRISO dengan pendingin helium, bukan sistem berbasis air seperti reaktor konvensional. Desain tersebut diklaim lebih ringkas dan stabil. Meski begitu, sejumlah pengamat mengingatkan agar percepatan pengembangan reaktor swasta tetap diiringi standar keselamatan yang ketat demi meminimalkan risiko jangka panjang.

Langkah pengangkutan udara ini menandai fase baru dalam lanskap energi nuklir Amerika Serikat sebuah kombinasi antara inovasi, kepentingan pertahanan, dan tantangan keselamatan yang akan terus menjadi sorotan global.

Baca berita dan analisis lainnya di https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait