JurnalLugas.Com – Langit Timur Tengah kembali bergetar. Iran melancarkan gelombang serangan kesembilan terhadap Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat (AS), Minggu (1/3), menandai babak baru dalam ketegangan regional yang sudah memuncak. Pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan, operasi ini merupakan “tindakan tegas untuk membela wilayah dan kepentingan nasional.”
“Gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 sudah dimulai. Target kami bukan sembarangan, melainkan posisi militer strategis lawan di seluruh wilayah pendudukan dan fasilitas AS,” kata perwakilan IRGC yang dikutip dalam siaran pers.
Dalam serangan ini, Iran dilaporkan berhasil menonaktifkan sistem pertahanan rudal THAAD di Al Dhannah, Uni Emirat Arab (UEA). Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas aksi militer AS dan Israel yang sebelumnya menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk Teheran, dan menimbulkan kerusakan signifikan.
Seorang analis keamanan regional menyebut tindakan Iran sebagai “simbol perlawanan yang dramatis.” “Ini bukan sekadar serangan militer, tapi pesan politik: Iran tidak akan tinggal diam saat kedaulatan dan kepentingannya diganggu,” ujarnya.
Kerusakan infrastruktur dan korban sipil di beberapa wilayah Iran menjadi pengingat bahwa konflik ini menelan harga yang tinggi. Namun, bagi Tehran, serangan rudal ke Israel dan fasilitas AS merupakan langkah defensif. “Setiap aksi kami dihitung, bukan tindakan emosional. Tapi kami tidak akan mundur dari garis pertahanan kami,” tambah narasumber militer yang meminta namanya dirahasiakan.
Kekhawatiran internasional pun meningkat. Para diplomat menilai, eskalasi ini bisa memicu ketidakstabilan lebih luas di Timur Tengah. Dengan posisi Israel yang strategis dan kehadiran militer AS yang masif, potensi benturan langsung masih sangat tinggi.
Sementara itu, media regional melaporkan bahwa masyarakat sipil hidup dalam ketegangan setiap kali sirine serangan berbunyi. “Ini dramatis, setiap suara ledakan mengingatkan kita pada konflik yang tak kunjung usai,” kata seorang warga yang berada di wilayah perbatasan Israel.
Iran menegaskan serangan ini bukan sekadar aksi spontan, tetapi bagian dari operasi militer yang direncanakan untuk menegaskan kekuatan dan kemampuan pertahanan negaranya. Dunia kini menunggu, apakah diplomasi mampu meredam ketegangan atau konflik ini akan semakin meluas.
Untuk update lengkap dan analisis mendalam, baca di JurnalLugas.Com.
(SP)






