Intelijen AS Tuduh Iran Siapkan Ribuan Ranjau Laut di Selat Hormuz

JurnalLugas.Com — Intelijen Amerika Serikat mengungkap potensi langkah Iran dalam memasang ranjau laut di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia. Informasi ini berdasarkan laporan yang diterima media pada Selasa (10/3).

Menurut sumber intelijen, Iran kemungkinan menggunakan kapal-kapal kecil yang masing-masing mampu membawa dua hingga tiga ranjau. Strategi ini dianggap memungkinkan Iran menempatkan ranjau secara tersembunyi dan cepat di perairan strategis, meningkatkan risiko bagi kapal dagang dan militer yang melintas.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia, 101 Awak Hilang

Estimasi jumlah ranjau yang dimiliki Iran berada di kisaran 2.000 hingga 6.000 unit, meskipun angka pastinya masih belum dapat dipastikan. Beberapa ranjau diproduksi secara domestik, sementara sebagian lain berasal dari Rusia dan China, menunjukkan kombinasi sumber dalam pengembangan kemampuan pertahanan maritim Iran.

Analis keamanan menilai, potensi pemasangan ranjau ini bisa memicu ketegangan di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, jalur penting yang menyuplai hampir sepertiga perdagangan minyak global. “Pengawasan ketat dan diplomasi internasional menjadi kunci untuk mencegah eskalasi konflik,” ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Kawasan Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai titik rawan konflik, di mana setiap gangguan bisa berdampak langsung pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi regional. Peningkatan aktivitas militer, termasuk potensi penempatan ranjau laut, selalu menjadi perhatian bagi pengamat global.

Baca Juga  Trump Selat Hormuz Bisa Makin Kurang Penting, Jalur Minyak Mulai Dialihkan

Untuk informasi lebih lengkap mengenai dinamika keamanan maritim dan analisis terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

(TR)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait