JurnalLugas.Com – Korea Utara secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran dan mengecam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ribuan warga Iran. Pernyataan ini dilaporkan media pemerintah Korea Utara, Rabu (11/3).
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyampaikan, “Kami menghormati keputusan rakyat Iran dan lembaga resmi mereka dalam memilih pemimpin tertinggi. Setiap bangsa memiliki hak untuk menentukan masa depan kepemimpinannya sendiri.”
Juru bicara itu menambahkan, tindakan militer AS dan Israel bukan hanya merusak perdamaian di wilayah Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan ketidakstabilan global. “Serangan ini melampaui batas diplomasi dan hukum internasional, dan menimbulkan risiko besar bagi keamanan dunia,” katanya.
Eskalasi konflik semakin meningkat setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang. Iran merespons dengan serangan udara dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menewaskan delapan anggota militer Amerika.
Kondisi ini memicu kecemasan komunitas internasional terkait stabilitas kawasan, sementara Korea Utara menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara lain dan hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri.
Situasi di Timur Tengah kini menjadi sorotan utama dunia, di tengah ancaman konflik yang bisa meluas jika serangan balasan terus terjadi. Korea Utara menegaskan bahwa pendekatan dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan adalah jalan terbaik untuk mencegah krisis yang lebih besar.
Baca informasi lengkap dan analisis selengkapnya di JurnalLugas.Com.
(HD)






