Perang Iran Masih Berlanjut, Gedung Putih Bantah AS Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz

JurnalLugas.Com – Gedung Putih menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak sedang mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim sebelumnya dari Menteri Energi AS yang sempat menyebut adanya pengawalan kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memastikan Angkatan Laut Amerika Serikat hingga saat ini belum melakukan operasi pengawalan terhadap kapal tanker mana pun.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers di Washington pada Rabu (11/3/2026), Leavitt mengatakan bahwa informasi mengenai pengawalan kapal tanker yang sempat beredar telah dihapus karena tidak akurat.

“Angkatan Laut AS belum mengawal tanker atau kapal apa pun saat ini, meskipun opsi tersebut tetap tersedia,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengerahkan pengawalan laut sepenuhnya berada di tangan presiden sebagai panglima tertinggi militer.

Menurut Leavitt, opsi tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu jika situasi keamanan di kawasan menuntut tindakan militer tambahan.

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global

Klarifikasi Gedung Putih muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menjadi salah satu rute energi terpenting dunia.

Baca Juga  Houthi Ancam Perang Besar di Laut Merah dengan AS-Israel

Selat ini diketahui dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap harinya. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran membuat aktivitas pengiriman energi di wilayah tersebut terganggu.

Sejumlah laporan menyebut sebagian besar pengiriman minyak melalui selat itu sempat terhenti selama konflik berlangsung. Situasi tersebut memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Militer AS Siapkan Opsi Tambahan

Leavitt menambahkan bahwa militer AS tengah menyiapkan berbagai skenario setelah arahan dari Presiden Donald Trump untuk memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.

Namun Gedung Putih tidak merinci bentuk opsi militer yang sedang disiapkan.

“Presiden memiliki sejumlah pilihan dan tidak ragu menggunakannya jika diperlukan pada waktu yang tepat,” jelasnya.

Selain menjaga jalur pelayaran, operasi militer yang sedang berlangsung disebut berfokus pada penghancuran infrastruktur militer Iran, termasuk fasilitas produksi rudal dan berbagai aset pertahanan strategis.

Serangan Lebih Besar Diprediksi Terjadi

Sementara itu Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengisyaratkan kemungkinan adanya gelombang serangan berikutnya yang lebih besar.

Menurutnya, fase selanjutnya dari operasi militer bisa menjadi salah satu yang paling intens sejak konflik dimulai.

Meski demikian, Gedung Putih menegaskan bahwa tujuan utama operasi tetap terbatas pada pencapaian target keamanan nasional Amerika Serikat.

Baca Juga  Donald Trump Pertimbangkan Opsi Penjualan TikTok ke Perusahaan Amerika

Leavitt mengatakan Presiden Trump meyakini misi militer dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

“Ketika tujuan keamanan nasional tercapai, stabilitas energi akan kembali dan harga minyak diperkirakan turun,” katanya.

AS Selat Hormuz Tetap Terbuka

Pejabat pemerintah menyebut perencanaan operasi militer sebenarnya telah berlangsung selama beberapa minggu, termasuk penempatan tambahan rudal serta kapal perusak Angkatan Laut di kawasan Timur Tengah.

Washington juga menegaskan tidak ingin memperluas konflik, meski tetap siap merespons jika ada upaya mengganggu jalur perdagangan energi internasional.

“Jika ada pihak yang mencoba menghentikan aliran minyak atau barang melalui Selat Hormuz, mereka akan berhadapan dengan kekuatan militer paling kuat di dunia,” tegas Leavitt.

Situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau ketat oleh komunitas internasional karena potensi dampaknya terhadap keamanan global dan stabilitas pasar energi dunia.

Baca berita internasional terbaru lainnya di https://JurnalLugas.com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait