Bahlil Bongkar Sumber Impor BBM RI, Ternyata Bukan Timur Tengah, Ini Negara Pemasoknya

JurnalLugas.Com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor produk bahan bakar minyak (BBM) dari kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan publik terkait sumber pasokan energi nasional. Menurut Bahlil, yang diimpor dari Timur Tengah hanyalah minyak mentah atau crude oil, bukan produk BBM jadi.

Bacaan Lainnya

“Minyak mentah dari Timur Tengah sekitar 20 persen dari total impor kita,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar minyak mentah yang diimpor Indonesia justru berasal dari sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan. Beberapa di antaranya seperti Angola, Nigeria, hingga Brasil. Selain itu, pasokan juga datang dari Amerika Serikat serta negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia.

Impor BBM Didominasi Bensin

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa jenis BBM yang masih diimpor Indonesia saat ini hanyalah bensin. Pasokan tersebut sebagian besar diperoleh dari Malaysia dan Singapura.

Baca Juga  Resmi! BBM BP 92 Turun Harga Mulai Hari Ini, Dexlite Pertamina Naik per 1 November

Sementara itu, kebutuhan bahan bakar jenis solar kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Hal ini didukung oleh program pencampuran biodiesel yang terus diperkuat pemerintah.

Selain itu, beroperasinya proyek pengembangan kilang melalui program Refinery Development Master Plan Balikpapan juga ikut memperkuat kapasitas produksi energi nasional.

Menurut Bahlil, pemerintah akan terus mendorong pembangunan dan pengembangan kilang minyak di dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor.

“Ke depan memang tidak ada pilihan lain, kita harus memperkuat refinery atau kilang kita agar produksi BBM bisa dilakukan di dalam negeri,” katanya.

Cadangan BBM Nasional Dipastikan Aman

Di sisi lain, Bahlil memastikan kondisi cadangan energi nasional saat ini berada pada level aman, terutama menjelang periode libur hari raya.

Ia menegaskan bahwa stok berbagai jenis BBM telah berada di atas batas minimal cadangan nasional yang ditetapkan pemerintah.

Untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamax dengan RON 92, cadangan nasional tercatat mencapai sekitar 28 hari, jauh melampaui batas minimal yang ditetapkan yakni 11 hari.

Baca Juga  Bobibos Bahan Bakar dari Jerami Diuji Ditjen Migas, Solusi Krisis Energi

Sementara itu, stok BBM beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo atau RON 98 bahkan mencapai sekitar 31 hari.

Pada kategori solar subsidi, cadangan nasional berada di kisaran 16,41 hari. Angka tersebut juga melampaui ambang batas minimal yang telah ditentukan pemerintah. Sedangkan untuk solar nonsubsidi, cadangan nasional tercatat mencapai sekitar 46 hari.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan energi nasional dalam waktu dekat.

Pemerintah juga terus memperkuat strategi ketahanan energi melalui peningkatan produksi domestik, pengembangan kilang minyak, serta diversifikasi sumber impor minyak mentah.

Baca berita energi dan ekonomi terbaru lainnya di:
https://JurnalLugas.Com

(SJ)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait