JurnalLugas.Com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan disaat libur anak sekolah. Keputusan tersebut diambil menyusul keterlambatan pengiriman paket makanan ke sekolah penerima manfaat yang bahkan terjadi hingga malam hari.
Dua dapur MBG yang terdampak kebijakan tersebut adalah SPPG Makassar Biringkanaya Sudiang 2 serta SPPG Pangkajene dan Kepulauan Bungoro Samalewa 1. Kasus ini mencuat setelah keluhan terkait keterlambatan distribusi makanan beredar luas di media sosial.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi gangguan layanan dalam program yang menyasar pemenuhan gizi siswa tersebut.
Menurutnya, keterlambatan distribusi dapat berdampak pada kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat di sekolah. Karena itu, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua dapur tersebut.
“Kami memutuskan menghentikan operasional sementara agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja dan distribusi di lapangan,” ujar Nanik dalam keterangannya.
Investigasi Awal Temukan Kendala Pengolahan Bahan Baku
Penghentian sementara operasional SPPG tersebut mulai diberlakukan sejak 16 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Selama periode tersebut, BGN melakukan pemeriksaan terhadap manajemen bahan baku, proses pengemasan makanan, hingga kesiapan distribusi ke sekolah.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan menjelaskan bahwa temuan awal menunjukkan adanya kendala dalam proses pengolahan bahan makanan dari pemasok.
Ia mengatakan ketidaksiapan dapur dalam mengolah bahan baku menyebabkan proses pengemasan dan pengiriman paket makanan tidak berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Dari hasil penelusuran awal, terlihat bahwa pengendalian mutu serta persiapan distribusi masih perlu diperbaiki agar pengiriman ke sekolah bisa berlangsung tepat waktu,” jelas Rudi.
Video Keluhan Sempat Viral
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video keluhan mengenai keterlambatan pengiriman paket MBG menyebar di media sosial. Dalam salah satu kejadian, makanan baru tiba ketika kegiatan belajar telah selesai dan gerbang sekolah sudah ditutup.
BGN memastikan paket makanan yang tidak sempat disalurkan pada hari kejadian tidak akan dibagikan kembali apabila kualitasnya sudah tidak memenuhi standar.
Sebagai langkah pengganti, distribusi makanan dilakukan kembali pada hari berikutnya dengan menggunakan bahan baku baru. Selain itu, pengelola dapur juga akan mendapatkan pembinaan serta evaluasi agar pelayanan program MBG tetap berjalan optimal.
Pemerintah menilai program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, sehingga pelaksanaannya harus dijaga secara disiplin dan profesional.
Baca berita nasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(SF)






