Trump Frustasi Berat, AS Punya Militer Terkuat, Tak Perlu Bantuan Negara Lain

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan negaranya tidak memerlukan bantuan militer dari negara lain untuk menghadapi Iran di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak global.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump sempat mendorong beberapa negara Eropa anggota NATO untuk mengirim kapal perang sebagai bagian dari operasi keamanan di wilayah tersebut. Namun, upaya itu tidak mendapat respons positif dari sekutu, yang sebagian menolak terlibat langsung dalam konflik dengan Iran.

Bacaan Lainnya

“Saya tak mendesak mereka, karena sikap saya adalah, kami tidak membutuhkan siapa pun. Kami adalah negara terkuat di dunia. Kami memiliki militer terkuat di dunia,” ujar Trump kepada wartawan, Senin (16/3).

Baca Juga  Trump Ragukan Kesepakatan Dagang AS-Kanada Perdagangan Amerika Utara Terancam Kandas

Trump menambahkan bahwa permintaan bantuan sebelumnya lebih bertujuan untuk mengetahui reaksi negara lain, bukan karena kebutuhan nyata. Ia menyebut bahwa beberapa negara menunjukkan antusiasme, tetapi ada juga yang enggan terlibat.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan AS dan Israel ke beberapa target di Iran pada 28 Februari, yang menimbulkan korban sipil. Iran membalas serangan dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Konflik ini menyebabkan gangguan arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global, serta berdampak pada produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut.

Baca Juga  Trump Tuding China Langgar Kesepakatan Dagang Ketegangan AS–Tiongkok Memanas Lagi

Trump kini menekankan kemandirian AS dalam menghadapi situasi tersebut, menegaskan kemampuan militer negaranya yang dianggap cukup untuk menjaga keamanan jalur strategis tanpa bergantung pada dukungan eksternal.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait