Pakuan (UANG) Borong 2 Perusahaan Properti Rp201 Miliar, Strategi Ekspansi Akuisisi Makin Agresif

JurnalLugas.Com — PT Pakuan Tbk (UANG) Tbk terus menunjukkan langkah ekspansi agresif di sektor properti. Emiten ini resmi mengakuisisi dua entitas properti dengan total nilai transaksi mencapai Rp201 miliar sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio dan meningkatkan kinerja jangka panjang.

Berdasarkan keterbukaan informasi, perusahaan mengakuisisi saham PT Daria Mulia Properti (DMP) dan PT Vasanta Daria Development (VDD) dari pihak terafiliasi yang juga merupakan pemegang saham pengendali.

Bacaan Lainnya

Rincian Nilai Akuisisi

Dalam aksi korporasi tersebut, Pakuan menggelontorkan dana sebesar Rp156 miliar untuk menguasai 63,03 persen saham DMP. Sementara itu, sebesar Rp45 miliar digunakan untuk mengambil alih 99,99 persen saham VDD.

Secara total, nilai transaksi Rp201 miliar tersebut setara dengan sekitar 33,87 persen dari total ekuitas perseroan, sehingga masuk dalam kategori transaksi material sesuai regulasi pasar modal.

Baca Juga  PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) Gelar IPO Ini Rencana dan Jadwal Lengkapnya

Manajemen menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi untuk memperbesar skala bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan.

Kuasai Aset dan Proyek Potensial

Akuisisi ini memberikan keuntungan strategis bagi Pakuan, terutama dalam memperkuat aset properti yang dimiliki. DMP tercatat memiliki landbank seluas kurang lebih 2,3 hektare di kawasan Jakarta Barat yang dinilai memiliki prospek tinggi untuk pengembangan.

Sementara itu, VDD tengah mengembangkan proyek perumahan di kawasan Telaga Golf Sawangan, Depok, yang dikenal sebagai wilayah dengan pertumbuhan sektor properti yang cukup pesat.

Manajemen menyebutkan bahwa kedua entitas tersebut memiliki keterkaitan bisnis yang kuat sehingga akuisisi dilakukan secara bersamaan untuk memaksimalkan potensi pengembangan.

“Keterkaitan usaha menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan transaksi ini,” ujar manajemen singkat.

Skema Pendanaan dan Status Transaksi

Transaksi ini dilakukan melalui kombinasi dana internal serta mekanisme set-off atau perjumpaan utang antara pihak-pihak terkait.

Meski termasuk transaksi afiliasi, aksi ini tidak mengandung benturan kepentingan. Selain itu, perusahaan juga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena nilai transaksi masih berada dalam batas ketentuan regulator.

Baca Juga  DCI Indonesia Cetak Laba Rp1 Triliun, Bisnis Data Center RI Melesat Pesat

Penilaian independen juga menyatakan bahwa nilai akuisisi tersebut tergolong wajar dari sisi finansial, sehingga memberikan kepastian bagi investor.

Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang

Langkah akuisisi ini menjadi bagian dari transformasi bisnis Pakuan yang semakin fokus pada sektor properti. Dengan tambahan aset dan proyek baru, perusahaan berpotensi meningkatkan pendapatan berulang sekaligus memperkuat posisi di industri.

Ekspansi ini juga mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek properti, khususnya di wilayah penyangga ibu kota yang terus berkembang.

Ke depan, integrasi kedua entitas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Untuk membaca berita ekonomi dan bisnis terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait