Resmi Berlaku, BGN Terapkan WFH-WFO Bergilir, Pegawai Wajib Respons 5 Menit

JurnalLugas.Com – Kebijakan kerja fleksibel kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menerapkan pola work from home (WFH) secara bergilir bagi pegawainya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa skema kerja hybrid ini dirancang agar operasional lembaga tetap berjalan optimal meskipun sebagian pegawai tidak selalu hadir di kantor setiap hari.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian sistem kerja modern yang mengedepankan fleksibilitas sekaligus efisiensi anggaran negara.

“Pola kerja fleksibel seperti WFH dan WFO bergantian ini menjadi cara efektif untuk mengurangi mobilitas harian pegawai. Layanan kepada masyarakat tetap kami jaga agar tidak terganggu,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga  Kemiskinan Masih Tinggi, Pemerintah Gaspol MBG, Penting Perut Kenyang

Aturan Bergilir WFH dan WFO

Dalam penerapannya, BGN menggunakan sistem rotasi. Pegawai yang menjalani work from office (WFO) pada hari tertentu akan dijadwalkan WFH di hari lainnya secara bergantian. Skema ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 yang menjadi dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

Model kerja ini tidak hanya ditujukan untuk menekan biaya operasional, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi birokrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi kerja modern.

Disiplin Tetap Jadi Prioritas

Meski bekerja dari rumah, BGN menegaskan bahwa kedisiplinan tetap menjadi hal utama. Seluruh pegawai diwajibkan tetap aktif dan responsif selama jam kerja berlangsung, yaitu pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

“Pegawai harus tetap siaga, menyalakan perangkat komunikasi, dan merespons instruksi pimpinan dengan cepat,” tegas Dadan.

Ia juga menambahkan bahwa respons terhadap pesan kerja diharapkan maksimal lima menit, sementara panggilan telepon harus direspons dalam waktu singkat, kecuali dalam kondisi tertentu seperti perjalanan udara atau keadaan darurat.

Baca Juga  WFH Bukan Tanda Krisis, Mendikdasmen Sekolah Tetap Buka

Dukung Efisiensi Energi dan Program Prioritas

Kebijakan WFH bergilir ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda, baik dari sisi efisiensi penggunaan energi nasional maupun efektivitas kerja lembaga.

Selain itu, BGN tetap memastikan bahwa program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan sesuai target tanpa hambatan operasional.

Dengan pola kerja baru ini, pemerintah melalui BGN ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan dalam satu sistem kerja yang lebih modern dan adaptif.

Baca berita lainnya JurnalLugas.com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait