Hizbullah Pukul Mundur Serangan Zionis Israel di Bint Jbeil Lebanon

JurnalLugas.Com — Ketegangan di wilayah selatan Lebanon kembali meningkat setelah kelompok Hizbullah mengklaim berhasil menggagalkan upaya penetrasi militer Zionis Israel ke kota strategis Bint Jbeil. Insiden ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang terus membara sejak awal Maret lalu.

Sumber militer lapangan di Lebanon mengungkapkan bahwa serangan terjadi dari sisi barat kota pada Senin, 13 April 2026. Namun, upaya tersebut disebut berakhir dengan penarikan pasukan Israel setelah menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Hizbullah.

Bacaan Lainnya

“Serangan mereka tidak bertahan lama. Perlawanan intens membuat mereka mundur dari titik masuk,” ujar sumber tersebut secara singkat, menggambarkan situasi di garis depan yang berlangsung cepat dan brutal.

Menurut informasi lapangan, pasukan Israel mencoba mengepung kota dengan dukungan persenjataan berat. Namun, strategi tersebut menghadapi hambatan serius di tengah kondisi medan dan serangan balik yang terorganisir.

Baca Juga  Biadab! Israel Tangkap Relawan Misi Kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla, Malaysia Murka

Bint Jbeil, yang terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan, kembali menjadi episentrum konflik. Kota ini bukan hanya memiliki nilai strategis, tetapi juga simbolis dalam sejarah perlawanan Lebanon terhadap Israel. Dalam konflik sebelumnya, wilayah ini dikenal sebagai titik di mana upaya militer Israel mengalami kegagalan signifikan.

Serangan balasan dari Hizbullah dilaporkan menargetkan peralatan militer serta personel Israel, yang kemudian memicu rentetan bombardir artileri dan serangan udara ke wilayah kota. Situasi ini memperparah kondisi warga sipil yang telah lama berada dalam bayang-bayang konflik berkepanjangan.

Di sisi lain, militer Israel melalui juru bicara berbahasa Arabnya, Avichay Adraee, mengklaim bahwa sekitar 100 pejuang Hizbullah tewas dalam pertempuran tersebut. Ia juga mengonfirmasi adanya korban di pihak Israel, dengan satu tentara tewas dan tiga lainnya mengalami luka.

Meski demikian, perbedaan klaim dari kedua pihak membuat situasi di lapangan sulit diverifikasi secara independen. Pengamat militer menilai bahwa perang informasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari konflik bersenjata modern di kawasan tersebut.

Baca Juga  Kataib Hezbollah Ancam Serang Pangkalan AS Jika Trump Bantu Israel

Sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret, kawasan perbatasan Lebanon-Israel terus mengalami peningkatan intensitas serangan. Bint Jbeil disebut sebagai titik terdalam yang berhasil disentuh pasukan Israel sejauh ini, menandakan ambisi strategis yang belum sepenuhnya tercapai.

Dengan kondisi yang terus memanas, risiko meluasnya konflik ke skala regional semakin terbuka. Dunia internasional pun kini menyoroti perkembangan ini dengan kekhawatiran akan potensi perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Situasi di lapangan masih dinamis, dan belum ada indikasi meredanya ketegangan dalam waktu dekat.

Baca selengkapnya di: https://JurnalLugas.Com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait