JurnalLugas.Com — Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi “Lapor MBG”. Platform ini dirancang untuk mempercepat penanganan masalah sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat secara langsung dan transparan.
Peluncuran aplikasi tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Sampang dalam memastikan program prioritas nasional berjalan optimal di tingkat daerah. Dengan sistem pelaporan digital, masyarakat kini dapat menyampaikan keluhan maupun masukan secara real-time.
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menjelaskan bahwa aplikasi “Lapor MBG” dibuat sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dengan pemerintah daerah serta Satuan Tugas (Satgas) MBG.
Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan maksimal dan respons terhadap masalah di lapangan bisa dilakukan lebih cepat. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa menyampaikan laporan secara langsung. Kami ingin bekerja maksimal agar pelaksanaan program berjalan lebih baik,” ujar Slamet Junaidi, Sabtu (18/4/2026).
Enam Fitur Utama untuk Monitoring Program
Aplikasi “Lapor MBG” yang tersedia melalui situs resmi Pemkab Sampang menyediakan enam menu utama yang terintegrasi dengan Satgas MBG serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Fitur tersebut meliputi:
- Jumlah laporan masyarakat
- Jumlah dapur MBG
- Penerima manfaat
- Jumlah lembaga pendukung
- Status laporan
- Laporan selesai
Dengan fitur tersebut, Pemkab Sampang berharap proses monitoring program dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Program MBG Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program Makan Bergizi Gratis juga membawa dampak ekonomi bagi warga Sampang. Bupati Slamet Junaidi menyebutkan, banyak masyarakat kini terserap sebagai tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Slamet Junaidi.
129 SPPG Sudah Beroperasi
Hingga 18 April 2026, tercatat sebanyak 129 SPPG telah beroperasi di Kabupaten Sampang dari total 147 SPPG terdaftar.
Sementara itu, sejumlah SPPG lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan perizinan sebelum dapat beroperasi penuh.
Pemkab Sampang optimistis seluruh fasilitas tersebut segera aktif sehingga pelaksanaan program MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Dengan hadirnya aplikasi “Lapor MBG”, Pemkab Sampang berharap masyarakat dapat ikut mengawasi serta berkontribusi dalam penyempurnaan program. Langkah ini sekaligus menjadi contoh transformasi digital pelayanan publik di tingkat daerah.
Untuk informasi berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(SF)






