Kemhan Buka Opsi Borong 24 Rafale, Indonesia Siapkan Kekuatan Udara Baru

JurnalLugas.Com — Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan rencana penambahan 24 pesawat tempur jenis Dassault Rafale dari Prancis masih berada pada tahap kajian mendalam. Pemerintah menegaskan belum ada keputusan final maupun kontrak baru terkait opsi tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa proses pengkajian dilakukan untuk memastikan rencana pembelian sesuai dengan kebutuhan strategis pertahanan nasional.

Bacaan Lainnya

“Penambahan masih dikaji oleh pemerintah,” ujar Rico, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan evaluasi mencakup kebutuhan operasional, kesiapan anggaran, hingga aspek transfer teknologi.

Fokus pada Kebutuhan Pertahanan Nasional

Kemhan menekankan bahwa setiap rencana pengadaan alutsista harus selaras dengan peta ancaman dan prioritas modernisasi TNI. Oleh karena itu, keputusan akhir baru akan diambil setelah kajian lintas sektor selesai dilakukan.

Menurut Rico, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum menandatangani kontrak tambahan dengan Prancis. Hal tersebut sekaligus menepis spekulasi bahwa kesepakatan baru telah dicapai.

“Belum ada kontrak baru,” tegasnya.

Pertemuan Tingkat Tinggi Picu Opsi Tambahan

Opsi penambahan 24 Rafale mencuat setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut disebut membahas penguatan kerja sama pertahanan, termasuk kemungkinan ekspansi pengadaan pesawat tempur.

Meski demikian, Kemhan menegaskan pembahasan tersebut masih bersifat opsi awal dan belum mengarah pada keputusan pembelian.

Indonesia Sudah Memiliki Rafale

Indonesia sebelumnya telah menandatangani kontrak pembelian 42 pesawat Rafale saat Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pengiriman dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari program modernisasi kekuatan udara.

Gelombang pertama kedatangan Rafale dimulai pada awal 2026 dengan tiga unit pesawat yang telah tiba di Indonesia. Sisa pesawat dijadwalkan datang secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Modernisasi Alutsista Jadi Prioritas

Pengadaan Rafale merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Pesawat tempur generasi 4.5 tersebut dikenal memiliki kemampuan multi-role, sistem avionik canggih, serta kompatibilitas dengan berbagai persenjataan modern.

Namun, pemerintah menegaskan keputusan penambahan harus mempertimbangkan keseimbangan anggaran, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan operasional TNI AU secara keseluruhan.

Dengan demikian, opsi tambahan 24 Rafale masih terbuka, tetapi belum menjadi keputusan resmi. Pemerintah memastikan seluruh proses dilakukan secara hati-hati demi menjaga efektivitas pembangunan kekuatan pertahanan nasional.

Baca berita pertahanan lainnya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait