Takut Kerusuhan Meledak Ribuan Brimob Siaga Nasional

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memicu efek berantai, termasuk lonjakan harga minyak dunia. Dampak ini tak hanya terasa di sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi merembet ke stabilitas keamanan dalam negeri berpotensi kerusuhan. Menyikapi situasi tersebut, Korps Brigade Mobil Polri (Korbrimob) bergerak cepat memperkuat langkah antisipatif.

Komandan Korbrimob, Ramdani Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima pemetaan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Baintelkam). Menurutnya, langkah preventif kini menjadi fokus utama.

Bacaan Lainnya

“Pemetaan sudah dilakukan secara komprehensif. Tugas kami sekarang adalah memastikan setiap potensi itu dapat diantisipasi dengan baik di lapangan,” ujarnya usai menghadiri Apel Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korbrimob di Depok, Selasa (21/4/2026).

Koordinasi Berlapis hingga Daerah

Strategi pengamanan tidak hanya berhenti di tingkat pusat. Korbrimob memastikan bahwa hasil analisis intelijen telah didistribusikan hingga ke satuan wilayah (satwil), serta disinergikan dengan berbagai instansi terkait. Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan respons cepat dan terukur terhadap dinamika di daerah.

Meski situasi global tengah memanas, Ramdani menyebut kondisi kamtibmas nasional masih terkendali. Aktivitas masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa yang muncul sebagai respons kenaikan harga, dinilai masih dalam batas yang bisa ditangani oleh aparat kewilayahan.

“Sejauh ini belum ada eskalasi signifikan. Semua masih bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.

Arahan Kapolri, Siaga Total dan Modernisasi

Dalam Rakernis tersebut, Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran Brimob untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Fokus utama meliputi penguatan personel, pembaruan alat utama, serta peningkatan kualitas pelatihan.

Menindaklanjuti hal itu, Korbrimob merancang langkah evaluasi menyeluruh, termasuk modernisasi peralatan taktis dan pengembangan sistem pelatihan berbasis ancaman aktual.

“Kesiapan tidak hanya soal jumlah personel, tetapi juga kualitas dan kesiapan teknologi yang digunakan,” tegas Ramdani.

7.000 Personel Siap Digerakkan

Apel Rakernis tahun ini melibatkan sekitar 7.000 personel Brimob dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional dalam menghadapi tantangan keamanan tahun 2026.

Dengan mengusung tema “Brimob Presisi Siap Mengamankan dan Mendukung Program Polri dalam Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026”, Korps Brimob menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

Ketika tekanan ekonomi global berpotensi memicu gejolak sosial, kesiapan aparat menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik dan ketertiban masyarakat. Brimob, dalam hal ini, tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif membaca arah situasi.

Baca analisis lengkap lainnya hanya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait