JurnalLugas.Com – Pemerintah melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai pimpinan baru lembaga tersebut. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembenahan organisasi sekaligus menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kebutuhan organisasi. Pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN dinilai menjadi modal penting untuk memimpin proses transformasi lembaga ke depan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Nanik telah terlibat langsung dalam berbagai aktivitas strategis di lingkungan BGN selama beberapa bulan terakhir. Pengalaman tersebut membuatnya memahami mekanisme kerja, sistem pengawasan, hingga proses pelayanan yang dijalankan lembaga.
Menurut Prasetyo, salah satu pertimbangan utama adalah kemampuan Nanik dalam menjaga disiplin organisasi. Ia dikenal memiliki perhatian besar terhadap pelaksanaan standar operasional, pengawasan manajemen, serta kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Beliau memahami proses yang berjalan dan memiliki komitmen kuat terhadap kedisiplinan organisasi serta kualitas program,” ujar Prasetyo dalam keterangannya.
Dalam menjalankan tugas barunya, Nanik tidak bekerja sendiri. Pemerintah juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN untuk memperkuat proses pembenahan kelembagaan.
Kehadiran tiga pimpinan baru tersebut diharapkan mampu mempercepat evaluasi internal, memperkuat sistem pengawasan, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program gizi nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Fokus Perbaikan Tata Kelola
Pergantian kepemimpinan terjadi di tengah sorotan terhadap tata kelola lembaga. Pemerintah menegaskan bahwa pembenahan sistem menjadi prioritas agar seluruh program berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda besar pemerintahan membutuhkan pengawasan ketat karena melibatkan jaringan distribusi yang luas serta anggaran yang besar. Oleh karena itu, kualitas manajemen dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Penguatan tata kelola juga dinilai penting untuk memastikan seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program memenuhi persyaratan dan standar yang telah ditetapkan.
Perubahan struktur pimpinan BGN berlangsung bersamaan dengan proses penyidikan dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penunjukan sejumlah yayasan sebagai mitra program pelayanan gizi yang diduga tidak memenuhi ketentuan.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut penyidik menemukan dugaan keterkaitan sejumlah yayasan dengan mantan petinggi BGN melalui pihak-pihak tertentu yang bertindak sebagai perantara.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari proses hukum yang saat ini masih berjalan dan terus didalami oleh penyidik.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah menilai pembentukan kepemimpinan baru menjadi langkah penting untuk memperkuat integritas organisasi sekaligus memastikan seluruh program pelayanan gizi tetap berjalan optimal bagi masyarakat.
Dengan pengalaman birokrasi yang dimiliki serta dukungan dua wakil kepala baru, Nanik diharapkan mampu membawa Badan Gizi Nasional memasuki fase pembenahan yang lebih kuat, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.
Baca berita nasional terbaru dan artikel pilihan lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






