JurnalLugas.Com — Arah pembangunan Sumatera Utara memasuki fase baru. Pemerintah pusat dan daerah menilai capaian makro sudah cukup kuat, namun tantangan utama kini bergeser pada pemerataan antarwilayah yang belum merata.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa indikator pembangunan Sumut menunjukkan tren yang menggembirakan. Salah satu indikator kunci, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bahkan melampaui rata-rata nasional.
“IPM bukan sekadar angka, tetapi gambaran kualitas hidup masyarakat. Dengan capaian 76,47, Sumut berada di atas nasional yang 75,90. Ini sinyal kuat bahwa fondasi SDM cukup solid,” ujarnya dalam forum perencanaan pembangunan daerah di Medan, Rabu (22/4/2026).
Meski demikian, Tito mengingatkan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan distribusi kesejahteraan yang merata. Ketimpangan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara sistematis.
Enam Pilar Pembangunan 2027
Gubernur Bobby Nasution memaparkan, arah kebijakan pembangunan Sumut tahun 2027 dirancang melalui enam basis utama yang menjadi kerangka transformasi daerah.
Enam fokus tersebut meliputi:
- Pertumbuhan ekonomi berkualitas
- Peningkatan produktivitas daerah
- Perluasan investasi
- Pengembangan industri berbasis potensi lokal
- Penguatan daya saing daerah
- Pemulihan wilayah terdampak bencana
Menurut Bobby, strategi ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan fase ekspansi dari program yang telah berjalan sejak 2025 dan ditargetkan memberi efek berkelanjutan hingga 2029.
Nias Jadi Prioritas Pemerataan
Sorotan utama dalam rencana pembangunan ini tertuju pada Kepulauan Nias. Kawasan kepulauan tersebut diposisikan sebagai titik kunci untuk menekan kesenjangan antarwilayah di Sumut.
“Percepatan pembangunan Nias adalah langkah strategis untuk menutup gap pembangunan. Ini akan menjadi prioritas nyata di 2027,” kata Bobby.
Pemerintah provinsi telah menetapkan tiga klaster utama pengembangan di Nias:
- Kawasan produksi
- Kawasan logistik
- Kawasan pariwisata
Dari ketiga klaster tersebut, sektor logistik menjadi perhatian khusus. Pemerintah merancang pembangunan pusat distribusi terpadu, termasuk fasilitas pergudangan dan cold storage untuk memperkuat rantai pasok.
Pendidikan Gratis dan Beasiswa Dokter Spesialis
Tak hanya infrastruktur, pembangunan sosial juga dipercepat. Pemprov Sumut mulai menggulirkan kebijakan pendidikan gratis pada tahun ajaran 2026, terutama untuk wilayah Nias dan daerah terdampak bencana.
“Seluruh SMA, SMK, dan SLB di Nias tidak lagi dipungut iuran. Ini bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang setara,” jelas Bobby.
Di sektor kesehatan, langkah strategis dilakukan melalui pemberian beasiswa bagi calon dokter spesialis. Program ini diprioritaskan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Saat ini, sebanyak 18 dokter tengah menjalani pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara dan nantinya akan ditempatkan di Nias.
Menuju Pembangunan Lebih Inklusif
Kombinasi antara penguatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan intervensi sosial menjadi kunci strategi Sumut ke depan. Pemerintah daerah menargetkan tidak hanya pertumbuhan tinggi, tetapi juga distribusi manfaat yang lebih adil.
Dengan IPM yang sudah berada di atas rata-rata nasional, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap wilayah merasakan dampak pembangunan secara nyata termasuk daerah kepulauan dan wilayah rawan bencana.
Langkah ini sekaligus menandai pergeseran paradigma pembangunan Sumut: dari sekadar mengejar angka, menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: JurnalLugas.Com
(SF)






