Modus Penipuan Baru Catut Nama BGN, Pengelola SPPG Jadi Target Utama

JurnalLugas.Com – Ancaman penipuan dengan modus baru kembali mengintai sektor pelayanan publik. Kali ini, nama lembaga negara di bidang pemenuhan gizi disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menargetkan pengelola layanan di daerah.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengeluarkan peringatan kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan pejabat lembaga tersebut.

Bacaan Lainnya

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengungkapkan bahwa identitasnya kerap dicatut dalam berbagai upaya penipuan yang menyasar unit layanan gizi di sejumlah wilayah.

“Nama saya sering dipakai. Sudah ada korban yang tertipu,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/4/2026).

Modus Semakin Canggih dan Menyesatkan

Menurut Harjito, pola penipuan yang digunakan pelaku semakin berkembang dan tidak selalu berujung pada permintaan uang secara langsung. Justru, pelaku lebih sering memanfaatkan kepercayaan terhadap institusi negara untuk menggiring korban mengikuti instruksi palsu.

Beberapa modus yang teridentifikasi antara lain berupa pemberitahuan pembukaan penangguhan layanan hingga agenda inspeksi mendadak (sidak) yang dikirim melalui surat elektronik.

Yang membuatnya berbahaya, pesan tersebut kerap menggunakan kop surat dan identitas visual menyerupai dokumen resmi BGN. Padahal, setelah ditelusuri, sumber pengiriman bukan berasal dari domain resmi lembaga.

Situasi ini membuat banyak penerima pesan tidak curiga dan langsung menindaklanjuti isi instruksi tanpa proses verifikasi lebih lanjut.

BGN Tegaskan Standar Komunikasi Resmi

BGN menegaskan bahwa seluruh komunikasi resmi hanya dilakukan melalui saluran dan domain internet yang telah ditetapkan secara sah. Di luar itu, informasi patut dicurigai sebagai upaya penipuan.

Harjito mengingatkan agar setiap pihak lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru merespons pesan mencurigakan.

“Kalau menerima email yang mengatasnamakan BGN tapi sumbernya tidak jelas, jangan langsung ditindaklanjuti. Pastikan dulu ke kanal resmi,” tegasnya.

Diminta Segera Laporkan

Sebagai langkah pencegahan, BGN meminta seluruh pengelola SPPG yang menemukan indikasi penipuan untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang maupun melalui jalur pengaduan resmi.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas program nasional sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kerugian yang lebih luas.

BGN juga berkomitmen memperkuat edukasi publik terkait literasi informasi, khususnya dalam membedakan komunikasi resmi dan palsu di era digital yang semakin kompleks.

Baca berita menarik lainnya di: https://jurnalluguas.com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait