JurnalLugas.Com — Pergerakan nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi global.
Pada perdagangan Senin pagi, rupiah turun 4 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.382 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dinilai masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama penguatan dolar AS di pasar global serta sikap investor yang cenderung menunggu arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Pengamat pasar keuangan menyebut fluktuasi kurs saat ini masih berada dalam fase wajar di tengah tingginya volatilitas pasar internasional. Menurutnya, pelaku pasar sedang memantau perkembangan inflasi global, arah suku bunga bank sentral, hingga kondisi geopolitik yang mempengaruhi arus modal.
“Pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal, terutama penguatan indeks dolar AS dan perubahan preferensi investor terhadap aset aman,” ujar seorang analis mata uang.
Selain faktor global, pergerakan rupiah juga dipengaruhi kebutuhan dolar AS untuk aktivitas impor dan pembayaran luar negeri yang meningkat pada periode tertentu. Kondisi tersebut membuat permintaan mata uang asing tetap tinggi di pasar domestik.
Meski demikian, pelaku pasar masih melihat peluang stabilisasi rupiah apabila aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Stabilitas inflasi domestik dan kebijakan moneter Bank Indonesia juga diperkirakan menjadi penopang penting bagi pergerakan rupiah ke depan.
Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan perdagangan regional Asia yang turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
Aktivitas transaksi di pasar valas pada awal pekan diperkirakan masih bergerak hati-hati sambil menunggu sentimen baru yang lebih kuat untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.
Ikuti berita ekonomi, bisnis, dan pasar keuangan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






