JurnalLugas.Com — Pemerintah Amerika Serikat melakukan operasi pengamanan material nuklir dari Venezuela dalam sebuah langkah yang disebut sebagai bagian penting menjaga stabilitas keamanan global. Operasi tersebut melibatkan pemindahan uranium diperkaya dari reaktor penelitian lama yang sudah tidak aktif selama puluhan tahun.
Departemen Energi Amerika Serikat melalui Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) memastikan seluruh material uranium diperkaya yang tersisa di fasilitas penelitian Venezuela berhasil diamankan dan dipindahkan menuju wilayah AS untuk diproses ulang.
Dalam keterangan resminya pada Jumat, 8 Mei 2026, pihak Departemen Energi AS menyebut operasi tersebut sebagai pencapaian strategis yang membawa dampak besar bagi keamanan internasional, termasuk pengurangan risiko penyebaran material nuklir berbahaya di kawasan Amerika Latin.
Proses pemindahan dilakukan dengan pengamanan berlapis. Lebih dari 13 kilogram uranium diperkaya dikemas menggunakan sistem perlindungan khusus sebelum dibawa melalui jalur darat sejauh sekitar 100 mil menuju pelabuhan di Venezuela.
Setelah tiba di pelabuhan, material radioaktif itu dipindahkan ke kapal pengangkut khusus yang dirancang untuk membawa bahan sensitif tingkat tinggi. Pengiriman menuju Amerika Serikat dilakukan pada awal Mei dengan pengawasan ketat dari tim keamanan nuklir internasional.
Operasi tersebut turut melibatkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bersama sejumlah mitra teknis yang bertugas memastikan seluruh proses berlangsung aman tanpa ancaman kebocoran radiasi maupun potensi gangguan keamanan lainnya.
Pihak NNSA menyatakan keberhasilan misi itu menjadi langkah penting dalam mengurangi potensi ancaman proliferasi nuklir global. Material uranium yang sebelumnya tersimpan di reaktor penelitian tua dianggap memiliki risiko tinggi apabila tidak diamankan secara maksimal.
Administrator NNSA Brandon Williams mengatakan proses pemindahan berhasil diselesaikan dalam waktu relatif cepat dibanding operasi serupa di berbagai negara lain.
“Tim mampu menyelesaikan pekerjaan besar ini hanya dalam hitungan bulan dengan standar keamanan internasional yang sangat ketat,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Material uranium yang telah dibawa ke Amerika Serikat nantinya akan diproses ulang di fasilitas nuklir khusus untuk dimanfaatkan kembali dalam mendukung kebutuhan energi dan pengembangan teknologi sipil.
Reaktor penelitian yang menjadi lokasi penyimpanan uranium diketahui telah berhenti beroperasi sejak awal 1990-an. Meski tidak lagi digunakan untuk aktivitas riset, sisa uranium diperkaya di lokasi tersebut tetap menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi menimbulkan risiko keamanan jangka panjang.
Pengamat hubungan internasional menilai langkah Amerika Serikat ini bukan hanya soal keamanan nuklir, tetapi juga memperlihatkan meningkatnya perhatian dunia terhadap pengawasan material radioaktif di berbagai negara.
Di tengah situasi geopolitik global yang semakin sensitif, pengamanan bahan nuklir menjadi salah satu isu yang kini mendapat pengawasan ketat dari banyak negara besar dan organisasi internasional.
Operasi pemindahan uranium dari Venezuela ini pun menjadi salah satu langkah terbesar yang dilakukan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi potensi ancaman nuklir lintas kawasan.
Baca berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






