JurnalLugas.Com — Pemerintah Thailand mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus meski hingga saat ini negara tersebut belum melaporkan adanya kasus infeksi.
Langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap pelancong internasional, khususnya wisatawan dan pendatang yang baru kembali dari sejumlah negara di Amerika Selatan.
Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mewajibkan setiap individu yang memiliki riwayat perjalanan dari 13 negara di kawasan Amerika Selatan dalam enam pekan terakhir untuk menjalani proses skrining kesehatan saat tiba di pintu masuk internasional.
Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Montien Kanasawadse, mengatakan para pelancong wajib melaporkan kondisi kesehatan dan mengisi formulir deklarasi kesehatan sebelum melanjutkan proses imigrasi.
“Kami meminta seluruh pelancong dari wilayah berisiko untuk memberikan riwayat kesehatan secara rinci,” ujarnya.
Selain pemeriksaan terhadap pendatang internasional, pemerintah Thailand juga menginstruksikan seluruh titik masuk internasional untuk memperketat sanitasi lingkungan serta pengendalian vektor penyakit.
Sebanyak 74 titik masuk internasional di seluruh Thailand kini diminta meningkatkan pengawasan, termasuk pada area pelabuhan, bandara, kapal pesiar, hingga kendaraan transportasi lintas negara.
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok menjadi salah satu titik utama pengawasan karena menjadi pusat kedatangan pelancong internasional dari kawasan Amerika Selatan.
Data otoritas kesehatan Thailand mencatat hingga 9 Mei, sebanyak 470 pelancong dari Amerika Selatan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Rata-rata jumlah kedatangan dari kawasan tersebut mencapai sekitar 157 orang per hari.
Pemerintah Thailand juga mengeluarkan imbauan kesehatan bagi warga maupun wisatawan yang baru kembali dari wilayah berisiko tinggi. Mereka diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, gangguan pernapasan, atau kondisi kesehatan lain setelah melakukan kontak dengan hewan pengerat.
Hantavirus sendiri dikenal sebagai virus yang dapat menular melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berpotensi fatal apabila tidak ditangani dengan cepat.
Pengamat kesehatan global, Dr. Arif Wibowo, menilai langkah pencegahan dini yang dilakukan Thailand penting untuk mengurangi risiko masuknya penyakit menular lintas negara.
“Pengawasan di pintu masuk internasional menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah penyebaran wabah,” katanya.
Peningkatan mobilitas internasional dan lalu lintas wisatawan global membuat sejumlah negara mulai memperketat sistem pemantauan kesehatan di perbatasan sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit zoonosis.
Baca berita kesehatan dan internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Kardi)






