MSCI Coret 6 Saham RI dari Indeks Global, IHSG Tertekan

JurnalLugas.Com — Keputusan Morgan Stanley Capital International atau MSCI dalam tinjauan indeks Mei 2026 memicu perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Dalam evaluasi terbaru tersebut, enam saham emiten besar Tanah Air resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Langkah itu dinilai dapat memengaruhi arus investasi asing sekaligus meningkatkan volatilitas perdagangan di pasar saham domestik dalam jangka pendek.

Bacaan Lainnya

Enam saham yang dicoret dari indeks global MSCI masing-masing adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai hasil rebalancing kali ini berada di bawah ekspektasi pasar karena jumlah saham yang keluar lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

“Hal ini mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index,” ujarnya dalam kajian pasar.

Baca Juga  AYAM Catatkan Laba Bersih Saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk Naik

Dalam evaluasi Mei 2026 tersebut, MSCI juga tidak menambahkan saham baru dari Indonesia ke dalam kategori Global Standard Index. Seluruh perubahan dijadwalkan efektif setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai diterapkan pada 1 Juni 2026.

Analis pasar menilai keluarnya sejumlah saham besar dari indeks acuan global berpotensi memicu passive outflow dari investor institusi asing yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi.

Phintraco memperkirakan potensi dana asing keluar dari pasar saham Indonesia akibat rebalancing tersebut dapat mencapai sekitar Rp28 triliun hingga Rp31 triliun.

“Penyesuaian portofolio investor global berbasis MSCI dapat meningkatkan tekanan jual dalam jangka pendek,” tulis laporan riset tersebut.

Selain perubahan pada indeks standar global, MSCI juga melakukan penyesuaian pada MSCI Global Small Cap Index. Dalam kategori ini, saham AMRT justru masuk ke indeks small cap setelah sebelumnya keluar dari kategori standar global.

Sementara itu, sejumlah saham lain dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), hingga PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Baca Juga  Lippo General Insurance Tunjuk Komisaris Baru Roberto Fernandez Feliciano Laba Semester I 2025 Melonjak

Selain itu, saham MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS dan TAPG juga ikut terhapus dari kategori small cap MSCI.

Untuk MSCI Micro Cap Index Indonesia, tidak terdapat perubahan baik penambahan maupun pengurangan saham dalam review kali ini.

Pelaku pasar menilai keputusan MSCI dapat menjadi sentimen negatif terhadap IHSG karena mencerminkan menurunnya bobot Indonesia dalam indeks global yang menjadi rujukan utama investor asing.

Meski demikian, sejumlah analis melihat tekanan tersebut berpotensi bersifat jangka pendek, terutama jika fundamental ekonomi domestik dan kinerja emiten tetap solid.

Baca berita ekonomi dan pasar saham terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait