JurnalLugas.Com — Pemerintah optimistis laju perekonomian nasional tetap berada di jalur positif meski dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Keyakinan tersebut muncul seiring kuatnya daya tahan pasar domestik yang dinilai mampu menjadi penopang utama pertumbuhan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada 2027 masih realistis untuk dicapai. Menurutnya, kekuatan konsumsi dalam negeri serta aktivitas ekonomi domestik menjadi modal penting menghadapi tekanan global.
“Yang terpenting adalah memastikan mesin pertumbuhan domestik tetap berjalan optimal dan pasar dalam negeri terus terjaga. Dengan kondisi saat ini, target enam persen masih sangat mungkin dicapai,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2026.
Ia menilai Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap situasi global selama fondasi ekonomi nasional tetap dijaga dengan baik. Bahkan, apabila kondisi ekonomi dunia mulai membaik dalam beberapa waktu ke depan, peluang pertumbuhan Indonesia disebut bisa lebih tinggi dari target yang telah dipasang pemerintah.
Selain memperkuat pasar domestik, pemerintah juga mulai menyiapkan strategi untuk mendukung sektor ekspor agar siap memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global. Salah satunya melalui skema stimulus dan bantuan khusus bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Purbaya menjelaskan pemerintah akan memastikan seluruh instrumen perdagangan luar negeri berada dalam kondisi siap ketika permintaan global kembali meningkat. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri nasional dan memperluas pasar ekspor Indonesia.
“Kami ingin seluruh sektor ekspor siap bergerak lebih cepat saat kondisi global mulai pulih. Pemerintah sudah menyiapkan dukungan khusus bagi pelaku usaha agar momentum itu bisa dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Optimisme pemerintah terhadap ekonomi nasional juga didorong oleh tren pertumbuhan yang mulai menunjukkan perbaikan pada akhir tahun lalu hingga awal 2026. Aktivitas konsumsi masyarakat, investasi, dan sejumlah sektor industri disebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Menurut Purbaya, berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai memperlihatkan dampak positif terhadap stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menilai strategi yang diterapkan pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang tepat, meskipun membutuhkan waktu agar hasilnya terlihat lebih maksimal dalam jangka menengah dan panjang.
“Ekonomi Indonesia bergerak ke arah yang benar. Tinggal bagaimana seluruh kebijakan itu terus dijaga konsistensinya agar pertumbuhan bisa semakin cepat,” ungkapnya.
Sejumlah ekonom menilai ketahanan pasar domestik Indonesia memang menjadi salah satu kekuatan utama dibanding banyak negara lain di kawasan. Jumlah penduduk yang besar, konsumsi rumah tangga yang kuat, serta stabilitas sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah kondisi global yang masih fluktuatif, pemerintah kini fokus menjaga daya beli masyarakat, memperkuat investasi, dan memperluas dukungan terhadap industri ekspor agar target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.
Baca berita ekonomi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






