Sering Pegal di Leher? Kebiasaan Sehari-hari Merusak Otot dan Tulang Belakang

JurnalLugas.Com – Rasa pegal di leher sering dianggap masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, keluhan yang muncul berulang bisa menjadi sinyal bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, hingga tulang belakang bagian leher.

Dalam era digital saat ini, semakin banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel maupun komputer. Aktivitas yang tampak sederhana tersebut ternyata menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya keluhan nyeri dan pegal pada area leher, terutama pada kelompok usia produktif.

Bacaan Lainnya

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa posisi kepala yang terlalu sering menunduk saat menggunakan gawai dapat meningkatkan beban pada tulang leher.

Semakin lama posisi itu dipertahankan, semakin besar tekanan yang diterima otot dan jaringan di sekitarnya.

“Postur tubuh yang tidak ideal dalam waktu lama dapat memicu ketegangan otot serta mempercepat munculnya rasa tidak nyaman di leher,” ujar seorang ahli rehabilitasi medik, Sabtu 30 Mei 2026.

Kebiasaan yang Sering Menjadi Penyebab Pegal Leher

1. Terlalu Lama Menunduk Saat Bermain Ponsel

Kebiasaan melihat layar ponsel dengan posisi kepala menunduk menjadi faktor yang paling sering ditemukan. Banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi tersebut, baik saat bekerja, berkomunikasi maupun menikmati media sosial.

Baca Juga  Kenapa Mata Sulit Terpejam Meski Tubuh Sudah Lelah? Ini Penyebab Sering Tidak Disadari

Akibatnya, otot leher harus bekerja lebih keras menopang berat kepala sehingga memicu rasa kaku dan pegal.

2. Posisi Duduk yang Buruk

Duduk membungkuk di depan komputer atau laptop juga dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu. Kondisi ini sering terjadi pada pekerja kantoran maupun pelajar yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Postur yang kurang tepat membuat distribusi beban tubuh menjadi tidak seimbang dan memicu tekanan berlebih pada area leher.

3. Kurang Bergerak

Aktivitas yang minim gerakan dapat membuat otot menjadi kaku. Duduk terlalu lama tanpa melakukan peregangan menyebabkan aliran darah ke jaringan otot berkurang sehingga memicu rasa pegal.

Para ahli menyarankan untuk berdiri atau berjalan ringan setiap satu jam sekali guna menjaga fleksibilitas otot dan sendi.

4. Posisi Tidur yang Salah

Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat posisi leher tidak sejajar dengan tulang belakang saat tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi menimbulkan nyeri saat bangun di pagi hari.

Memilih bantal yang mampu menopang lekukan alami leher menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

5. Stres dan Ketegangan Emosional

Tidak sedikit kasus pegal leher yang dipicu oleh stres. Saat seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh cenderung menegang secara refleks, termasuk pada otot leher dan bahu.

Karena itu, menjaga kesehatan mental juga berperan penting dalam mencegah keluhan fisik yang muncul akibat ketegangan otot.

Baca Juga  Penyebab Wajah Terlihat Lebih Tua karena Kurang Tidur

Kapan Harus Waspada?

Meski umumnya tidak berbahaya, pegal leher yang berlangsung lama perlu mendapat perhatian lebih. Apalagi jika disertai gejala seperti sakit kepala berat, kesemutan pada tangan, nyeri yang menjalar hingga lengan, atau keterbatasan gerak leher.

Kondisi tersebut bisa mengindikasikan adanya gangguan pada saraf atau struktur tulang belakang yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Cara Mengurangi Pegal Leher

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan pegal leher antara lain:

  • Menjaga posisi kepala tetap sejajar saat menggunakan ponsel.
  • Mengatur tinggi layar komputer agar sejajar dengan pandangan mata.
  • Melakukan peregangan ringan secara berkala.
  • Menggunakan bantal yang sesuai saat tidur.
  • Rutin berolahraga untuk memperkuat otot leher dan punggung.
  • Mengelola stres melalui relaksasi atau aktivitas yang menyenangkan.

Menjaga postur tubuh yang baik dan membatasi kebiasaan menunduk terlalu lama menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan leher dalam jangka panjang. Dengan perubahan kecil dalam aktivitas sehari-hari, risiko nyeri dan pegal leher dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Baca berita kesehatan dan gaya hidup lainnya di https://JurnalLugas.com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait