JurnalLugas.Com – Bangun tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, tidak sedikit orang justru merasakan nyeri pada bahu sesaat setelah membuka mata.
Rasa sakit tersebut bisa ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika mengangkat tangan atau menggerakkan lengan.
Meski sering dianggap sepele, nyeri bahu saat bangun tidur tidak selalu disebabkan oleh posisi tidur yang salah.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada otot, sendi, maupun jaringan di sekitar bahu yang perlu mendapat perhatian.
Posisi Tidur Menjadi Penyebab yang Paling Sering
Salah satu penyebab paling umum adalah posisi tidur yang memberikan tekanan berlebih pada sendi bahu dalam waktu lama.
Tidur menyamping dengan seluruh berat badan bertumpu pada satu sisi dapat mengurangi aliran darah ke jaringan sekitar bahu sehingga memicu rasa pegal hingga nyeri saat bangun.
Selain itu, penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah juga dapat membuat posisi leher dan bahu tidak sejajar.
Akibatnya, otot menjadi tegang selama tidur dan menimbulkan rasa tidak nyaman keesokan paginya.
Cedera Lama Bisa Kambuh Saat Tidur
Riwayat cedera pada bahu juga berpotensi menjadi penyebab nyeri yang muncul saat bangun tidur.
Cedera akibat olahraga, aktivitas berat, atau kecelakaan dapat menyebabkan jaringan di sekitar bahu lebih sensitif terhadap tekanan.
Ketika posisi tidur kurang tepat, jaringan yang pernah mengalami cedera bisa kembali mengalami iritasi sehingga rasa sakit muncul kembali meski aktivitas sehari-hari tidak terlalu berat.
Gangguan Otot dan Sendi Tidak Boleh Diabaikan
Nyeri bahu yang berlangsung berulang juga dapat berkaitan dengan gangguan medis seperti peradangan tendon (tendinitis), bursitis, bahu beku (frozen shoulder), hingga osteoartritis.
Pada kondisi tertentu, nyeri biasanya disertai keterbatasan gerak, rasa kaku, atau bunyi saat bahu digerakkan.
Jika gejala berlangsung selama beberapa minggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Kebiasaan Sehari-hari Turut Berpengaruh
Bukan hanya posisi tidur, aktivitas sebelum beristirahat juga dapat memengaruhi kesehatan bahu.
Duduk terlalu lama di depan komputer, mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar, hingga penggunaan ponsel dalam waktu lama dapat membuat otot bahu mengalami ketegangan.
Ketika tubuh beristirahat, otot yang sudah tegang tersebut belum tentu langsung pulih. Akibatnya, rasa nyeri justru lebih terasa saat bangun pagi.
Cara Mengurangi Nyeri Bahu Saat Bangun Tidur
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan nyeri bahu, antara lain:
- Menggunakan bantal yang menopang leher dan bahu dengan baik.
- Menghindari tidur terlalu lama pada satu sisi tubuh.
- Melakukan peregangan ringan sebelum tidur dan setelah bangun.
- Mengompres bahu dengan air hangat jika terasa tegang.
- Menjaga postur tubuh saat bekerja maupun beraktivitas.
Apabila nyeri disertai pembengkakan, mati rasa, demam, atau tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Penting Mengenali Gejala Sejak Dini
Menurut praktisi fisioterapi, keluhan nyeri bahu yang muncul setiap pagi sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah biasa.
“Nyeri bahu yang berulang saat bangun tidur bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada otot atau sendi. Jika berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin berat, sebaiknya segera diperiksa agar mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar seorang fisioterapis, Rabu 01 Juli 2026.
Mengenali penyebab sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Dengan menerapkan posisi tidur yang benar, menjaga postur tubuh, serta rutin melakukan peregangan, risiko nyeri bahu saat bangun tidur dapat diminimalkan.
Baca artikel kesehatan lainnya hanya di https://jurnallugas.com.
(Wening)






