Heboh Suara Ledakan Meteor, Bangunan Berguncang, NASA Ungkap Penyebab Tak Terduga

JurnalLugas.Com — Fenomena langit yang tidak biasa membuat ribuan warga di kawasan New England, Amerika Serikat, terkejut pada akhir pekan. Suara ledakan keras yang menggema di sejumlah wilayah disertai getaran yang terasa hingga ke dalam bangunan sempat memicu berbagai spekulasi, mulai dari dugaan gempa hingga insiden penerbangan.

Namun, penyelidikan cepat yang dilakukan berbagai lembaga ilmiah mengungkap fakta berbeda. Sumber suara menggelegar tersebut ternyata berasal dari sebuah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi dan pecah sebelum mencapai permukaan.

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sore waktu setempat. Warga dari berbagai daerah melaporkan mendengar dua kali dentuman beruntun yang cukup kuat. Beberapa di antaranya bahkan mengaku jendela rumah bergetar dan lantai bangunan terasa bergetar selama beberapa detik.

Lembaga pemantau fenomena astronomi menerima puluhan laporan dari masyarakat yang menyaksikan bola api terang melintas di langit. Fenomena tersebut terlihat sangat mencolok karena muncul pada siang hari, sesuatu yang relatif jarang terjadi.

Baca Juga  Trump Tunda Serangan ke Iran, Tapi Militer AS Dilaporkan Mulai Bergerak

Pemantau meteor Robert Lunsford menjelaskan bahwa objek yang memasuki atmosfer memiliki ukuran mendekati satu meter, jauh lebih besar dibandingkan meteor yang umumnya terlihat sebagai bintang jatuh.

“Objek ini termasuk lebih besar dari kebanyakan bola api yang biasa diamati,” ujarnya.

Menurut data pengamatan, meteor tersebut melaju dengan kecepatan luar biasa tinggi saat memasuki atmosfer Bumi. Gesekan ekstrem dengan lapisan udara menyebabkan batuan antariksa itu memanas dan akhirnya pecah di ketinggian puluhan kilometer di atas permukaan.

Pecahnya meteor menghasilkan energi yang sangat besar. Gelombang kejut dari ledakan udara itulah yang kemudian menjalar hingga ke daratan dan terdengar sebagai dentuman sonik oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Meski menimbulkan kepanikan sesaat, para ahli memastikan peristiwa tersebut bukan ancaman langsung bagi penduduk. Sebagian besar material meteor diyakini telah hancur saat melewati atmosfer.

Lunsford mengatakan kemungkinan meteor mencapai permukaan Bumi sangat kecil. Kalaupun masih ada fragmen yang tersisa, lokasi jatuhnya diperkirakan berada jauh dari kawasan permukiman.

Sementara itu, banyak warga yang mengira guncangan tersebut berkaitan dengan aktivitas gempa bumi. Ribuan laporan pun masuk ke pusat pemantauan geologi Amerika Serikat dalam waktu singkat.

Baca Juga  Trump Resmi Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Ini Dampaknya

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada aktivitas tektonik yang terekam pada jaringan seismograf. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa getaran berasal dari gelombang kejut udara akibat ledakan meteor, bukan dari pergerakan lempeng bumi.

Fenomena meteor besar yang menghasilkan dentuman sonik memang tergolong jarang terjadi, tetapi bukan hal yang mustahil. Ketika objek antariksa memasuki atmosfer dengan kecepatan puluhan hingga ratusan ribu kilometer per jam, energi yang dilepaskan dapat menciptakan efek kejut yang mampu terdengar hingga ratusan kilometer.

Peristiwa di langit Amerika Serikat ini kembali mengingatkan bahwa Bumi setiap hari berinteraksi dengan berbagai material kosmik. Sebagian besar terbakar habis tanpa disadari manusia, sementara beberapa yang berukuran lebih besar mampu menghadirkan pertunjukan alam spektakuler sekaligus mengundang rasa penasaran masyarakat.

Baca berita dan artikel menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait