Trump Ngawur China Ingin Kuasai Terusan Panama, AS Tak Akan Tinggal Diam

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang menyoroti posisi strategis Terusan Panama. Dalam pidatonya di Medora, North Dakota, Rabu (1/7/2026), Trump mengeklaim bahwa China tengah berupaya memperluas pengaruhnya terhadap jalur pelayaran internasional tersebut.

Menurut Trump, pemerintah Amerika Serikat tidak akan membiarkan pihak mana pun mengambil kendali atas salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia itu.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” kata Trump secara singkat saat menyampaikan pidatonya.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, China, dan Panama, terutama setelah muncul sengketa mengenai pengelolaan dua pelabuhan utama yang berada di kawasan Terusan Panama.

Sengketa Pengelolaan Pelabuhan

Sebelumnya, pemerintah Panama mengambil langkah sementara dengan mengambil alih pengelolaan Pelabuhan Balboa dan Cristobal.

Kebijakan itu diambil setelah otoritas setempat menyatakan kontrak konsesi yang dijalankan Panama Ports Company (PPC) tidak memiliki dasar hukum yang sah.

PPC diketahui merupakan anak perusahaan dari Hutchinson Group yang berbasis di Hong Kong dan telah mengelola dua pelabuhan strategis tersebut selama bertahun-tahun.

Tidak lama berselang, Mahkamah Agung Panama memutuskan bahwa regulasi yang menjadi dasar pemberian konsesi kepada perusahaan tersebut pada 1997 bertentangan dengan konstitusi negara.

Putusan itu sekaligus memperkuat langkah pemerintah Panama dalam mengevaluasi kembali pengelolaan aset strategis nasional.

China Kritik Keputusan Panama

Keputusan pengadilan Panama mendapat respons keras dari otoritas China. Melalui Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Dewan Negara, Beijing menilai putusan tersebut tidak adil dan dinilai merugikan hak-hak hukum CK Hutchinson Holdings Ltd.

Perusahaan itu juga telah menempuh jalur hukum dengan menggugat pemerintah Panama sebagai bentuk penolakan atas pencabutan konsesi tersebut.

Selain itu, pemerintah China menuding Panama mengambil keputusan di bawah tekanan pihak luar. Meski tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung, Beijing mengkritik apa yang disebut sebagai praktik intimidasi yang dinilai dapat memengaruhi kedaulatan suatu negara.

Terusan Panama Tetap Jadi Jalur Strategis Dunia

Terusan Panama selama ini memiliki peran penting dalam lalu lintas perdagangan global karena menghubungkan Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.

Jalur ini menjadi lintasan utama kapal-kapal dagang dari berbagai negara sehingga setiap perubahan kebijakan pengelolaan di kawasan tersebut selalu mendapat perhatian internasional.

Pernyataan Donald Trump di tengah sengketa pengelolaan pelabuhan kembali memperlihatkan bahwa persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan China masih menjadi salah satu isu utama dalam geopolitik global.

Ikuti perkembangan berita internasional, ekonomi, dan politik dunia terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  JD Vance, Trump Tak Ingin Ganti Pemimpin Iran dengan Reza Pahlavi

Pos terkait