Gempa M 5,8 Guncang Sulawesi Tengah dan Gorontalo, BMKG Terus Pantau Aktivitas Seismik

JurnalLugas.Com – Aktivitas tektonik kembali mengguncang kawasan timur Indonesia. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, dan dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah hingga Gorontalo.

Getaran yang muncul dari bawah laut tersebut sempat mengejutkan warga yang sedang memulai aktivitas harian. Meski tidak dilaporkan memicu tsunami, guncangan terasa cukup luas dan menjangkau beberapa kabupaten serta kota di dua provinsi yang bertetangga tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil pemantauan awal, sumber gempa berada di kawasan laut dengan kedalaman menengah. Karakteristik tersebut menunjukkan gempa dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng tektonik yang memang aktif di wilayah timur Indonesia.

Wilayah Luwuk di Kabupaten Banggai menjadi salah satu daerah yang merasakan getaran paling kuat. Selain itu, dampak gempa juga dirasakan masyarakat di Bone Bolango, Gorontalo, Kota Gorontalo, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara hingga Kabupaten Taliabu.

Baca Juga  Gempa 8,8 SR di Kamchatka Rusia Cabut Peringatan Tsunami Setelah Situasi Dirasa Aman

Sejumlah warga mengaku merasakan benda-benda di dalam rumah bergetar selama beberapa detik. Namun hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban akibat peristiwa tersebut.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa analisis awal menunjukkan gempa berasal dari aktivitas tektonik di bawah permukaan laut.

“Pemantauan masih terus dilakukan karena parameter gempa dapat mengalami pembaruan setelah seluruh data seismik terkumpul,” kata petugas BMKG dalam keterangan singkat.

Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire yang menjadi tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif dunia. Kondisi geografis ini menyebabkan gempa bumi menjadi fenomena yang relatif sering terjadi di berbagai wilayah Nusantara.

Para ahli kebencanaan mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu panik saat terjadi gempa, namun tetap harus memahami langkah-langkah keselamatan dasar. Saat guncangan berlangsung, warga dianjurkan mencari tempat yang aman, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi Dini Hari BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Informasi resmi mengenai kekuatan, lokasi, maupun potensi dampak gempa sebaiknya hanya merujuk pada data yang dikeluarkan oleh BMKG.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Edukasi kebencanaan serta pemahaman terhadap prosedur evakuasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketika gempa terjadi secara tiba-tiba.

Hingga kini, BMKG masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut guna memastikan perkembangan terbaru pascagempa.

Baca berita nasional, bencana, dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com

https://jurnallugas.com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait