JurnalLugas.Com – Gula darah tinggi atau hiperglikemia tidak selalu terjadi akibat mengonsumsi makanan manis secara berlebihan.
Dalam banyak kasus, kondisi ini dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang kerap luput dari perhatian.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, kadar gula darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah, saraf, ginjal, mata, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Karena itu, mengenali penyebabnya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Kurang Bergerak Membuat Gula Darah Sulit Terkendali
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Sebaliknya, terlalu lama duduk atau jarang berolahraga membuat sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin sehingga gula darah lebih mudah meningkat.
Berjalan kaki selama 20–30 menit setiap hari dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus meningkatkan kebugaran.
Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis
Banyak orang hanya membatasi konsumsi nasi, tetapi lupa bahwa minuman kemasan, teh manis, kopi dengan tambahan gula, hingga minuman bersoda juga mengandung gula dalam jumlah tinggi.
Asupan gula cair lebih cepat diserap tubuh sehingga berpotensi memicu lonjakan kadar glukosa dalam waktu singkat.
Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur metabolisme gula.
Akibatnya, tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih mudah naik.
Orang dewasa dianjurkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk membantu menjaga fungsi metabolisme tetap optimal.
Stres Berkepanjangan
Saat mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin.
Kedua hormon tersebut meningkatkan kadar gula darah sebagai respons alami tubuh menghadapi tekanan.
Namun, bila stres berlangsung terus-menerus tanpa dikelola dengan baik, kadar gula darah dapat tetap tinggi dalam jangka panjang.
Porsi Makan Terlalu Besar
Tidak hanya jenis makanan yang berpengaruh, tetapi juga jumlah yang dikonsumsi.
Makan dalam porsi besar, terutama makanan tinggi karbohidrat olahan, dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.
Mengatur porsi makan dan memperbanyak sayuran, protein tanpa lemak, serta makanan berserat dapat membantu menjaga kadar gula tetap stabil.
Efek Samping Obat Tertentu
Beberapa jenis obat, seperti kortikosteroid, diketahui dapat meningkatkan kadar gula darah pada sebagian orang.
Karena itu, penggunaan obat sebaiknya mengikuti anjuran tenaga medis dan tidak dilakukan secara sembarangan.
Tidak Menyadari Gejala Awal
Hiperglikemia sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
- Sering merasa haus.
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
- Tubuh mudah lelah.
- Penglihatan mulai kabur.
- Luka lebih lama sembuh.
Jika keluhan tersebut muncul berulang, pemeriksaan gula darah menjadi langkah yang disarankan.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus ahli endokrinologi, dr. Robert Gabbay, pernah menegaskan bahwa perubahan gaya hidup merupakan fondasi utama dalam menjaga kadar gula darah.
“Olahraga teratur, pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan pengendalian stres merupakan langkah penting untuk membantu mengontrol gula darah,” ujarnya dalam berbagai edukasi mengenai pencegahan diabetes, kepada JurnalLugas.Com Jumat 17 Juli 2026.
Cara Menjaga Gula Darah Tetap Normal
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari meliputi:
- Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu.
- Memperbanyak konsumsi sayuran dan makanan berserat.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidur cukup setiap malam.
- Mengelola stres melalui relaksasi atau aktivitas yang menyenangkan.
- Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.
Gula darah tinggi tidak hanya dipicu oleh makanan manis. Kurang tidur, stres, minim aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, hingga efek samping obat tertentu juga dapat menjadi penyebab yang sering tidak disadari.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko terjadinya diabetes maupun komplikasi serius dapat ditekan sejak dini.
Baca artikel kesehatan, gaya hidup, dan informasi edukatif lainnya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






