JurnalLugas.Com – Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan Presiden Donald Trump mengenai Selat Hormuz dibalas Teheran dengan sindiran peta wilayah Amerika Serikat.
Trump sebelumnya mengunggah peta Selat Hormuz melalui Truth Social pada 18 Agustus 2026. Jalur strategis tersebut diberi lingkaran dengan keterangan “NEW U.S. Territory” atau wilayah baru Amerika Serikat.
Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari akun resmi Iran di platform X. Dalam unggahannya, peta Amerika Serikat ditampilkan dengan California diberi warna biru dan tulisan “NEW TERRITORY OF ISLAMIC REPUBLIC OF IRAN”.
Balasan tersebut menjadi sindiran langsung terhadap klaim Trump mengenai Selat Hormuz.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi turut mengecam pernyataan Trump. Ia menyebut klaim tersebut sebagai delusi dan memperingatkan bahwa Iran akan mengambil tindakan untuk mengoreksinya.
Selat Hormuz menjadi titik penting dalam perselisihan kedua negara karena jalur tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
California dipilih sebagai sasaran retoris Iran bukan tanpa alasan. Negara bagian tersebut memiliki komunitas keturunan Iran yang besar, terutama di kawasan Los Angeles.
Pertukaran sindiran ini terjadi ketika hubungan Teheran dan Washington masih berada dalam situasi tegang. Upaya mencapai kesepakatan yang sebelumnya diharapkan dapat mengakhiri konflik juga menghadapi hambatan, terutama terkait pelaksanaan kesepakatan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Pernyataan mengenai wilayah tersebut kini bukan sekadar perang kata-kata. Selat Hormuz tetap menjadi salah satu kawasan paling sensitif dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat karena menyangkut keamanan pelayaran serta kepentingan energi global.
Untuk informasi dan berita terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






