PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) Anak Usaha UGM Siap IPO, Bidik Dana Rp45,22 Miliar

JurnalLugas.Com — Anak usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri, perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau IPO.

Dalam aksi korporasi tersebut, Swayasa Prakasa menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik. Jumlah itu setara dengan maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Bacaan Lainnya

Perseroan memasang kisaran harga awal Rp130 hingga Rp140 per saham. Dengan skema tersebut, dana yang ditargetkan terkumpul mencapai maksimal Rp45,22 miliar.

“Nilai penawaran umum seluruhnya sebanyak-banyaknya Rp45,22 miliar,” demikian keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Senin, 24 Agustus 2026.

Proses bookbuilding berlangsung pada 24-27 Agustus 2026. Setelah itu, masa penawaran umum dijadwalkan 2-8 September, dilanjutkan penjatahan pada 8 September dan distribusi saham pada 9 September 2026.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, saham SWAP ditargetkan mulai diperdagangkan di pasar modal pada 10 September 2026.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat operasional perusahaan. Sekitar Rp15,8 miliar dialokasikan sebagai modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Sebanyak Rp12,2 miliar disiapkan untuk belanja modal, sedangkan Rp12 miliar digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada Gama Multi Usaha Mandiri dan Yayasan Universitas Gadjah Mada.

Swayasa Prakasa bergerak dalam industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset. Perusahaan ini dikembangkan sebagai salah satu sarana komersialisasi hasil penelitian UGM agar inovasi kampus dapat masuk ke sektor industri.

Dalam struktur kepemilikan, Gama Multi Usaha Mandiri menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi 97,16 persen. UGM memiliki sekitar 2,693 persen saham, sementara sisanya dimiliki PT Radio Swara Gadjah Mada dan Bondan Ardiningtyas.

Untuk pelaksanaan IPO, Swayasa Prakasa menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rencana pencatatan SWAP menjadi langkah penting bagi pengembangan bisnis berbasis riset UGM sekaligus membuka akses perusahaan terhadap pendanaan dari pasar modal.

Informasi ekonomi dan perkembangan pasar modal lainnya dapat dibaca melalui JurnalLugas.Com.

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  PT PP Properti (PPRO) Nyaris Delisting Ternyata Ini Biang Keroknya

Pos terkait